BERTUAHPOS — Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau, terutama atas ketidaknyamanannya atas kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP sebesar 30%. Dia mengatakan hal itu terpaksa dan harus dilakukan.
“Atas nama Pemprov Riau, kami memohon maaf kepada istri ataupun keluarga ASN Pemprov Riau dengan adanya pemotongan TPP sebesar 30%,” ujarnya.
Hariyanto beralasan bahwa pemotongan TPP 30% itu dilakukan untuk penyesuaian keuangan daerah saat ini atas turunnya pendapatan asli daerah. Kondisi itu diperparah akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Dengan kata lain, kondisi fiskal daerah saat ini tidak memungkinkan untuk memaksakan kehendak (TPP dibayar penuh) sehingga langkah ini harus dilakukan, dan Pemprov Riau harus mengambil langkah untuk penghematan di seluruh jajaran.
Adapun pemotongan TPP berlaku untuk bulan Oktober, November dan Desember. Namun, dia menegaskan bukan berarti hak itu tidak dibayarkan, hanya saja dikurangi. Di situasi seperti ini, “semua pihak harus mengencangkan ikan pinggang,” katanya.
“Kita cukup prihatin. Terpaksa kita ikat pinggang kencang-kencang tanpa terkecuali, termasuk saya. Namun, nanti kalau pendapatan kita sudah kembali normal, saya berjanji akan saya naikkan kembali,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Riau memang telah memberikan sinyal mengenai rencana pengurangan TPP ASN. Penurunan pendapatan daerah menjadi alasan utama yang mendorong kebijakan itu.
Berdasarkan proyeksi APBD, pendapatan daerah hingga akhir 2025 diperkirakan turun sekitar Rp1,1 triliun. Angka tersebut mencakup penurunan PAD serta penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.
Pemprov Riau berharap kondisi keuangan akan kembali membaik pada tahun anggaran mendatang sehingga besaran TPP ASN dapat dipulihkan. Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan realisasi pendapatan daerah selanjutnya.***









