Seekor Gajah Mati di Aceh, Diduga Keracunan, Ini Penjelasan BKSDA

Minggu, 19 April 2020 15:38
Seekor Gajah Mati di Aceh, Diduga Keracunan, Ini Penjelasan BKSDA
Gajah Sumatra jinak berada di Conservation Response Unit (CRU) Alue Kuyun, Woyla Timur, Aceh Barat, Aceh, Minggu (28/7/2019). Gajah jinak digunakan oleh petugas CRU untuk berpatroli guna mengantisipasi masuknya kawanan gajah liar ke pemukiman dan perkebunan warga. ANTARA FOTO Irwansyah Putra/foc.

BERTUAHPOS.COM – Seekor gajah yang sebelumnya telah ditemukan mati beberapa waktu lalu diduga akibat keracunan insektisida. Hal itu diketahui setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Dari hasil nekropsi dilakukan secara makroskopis atau tanpa mikroskop, kematian gajah diduga karena toksin atau racun,” kata Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Banda Aceh, Sabtu 18 April 2020, seperti dikutip dari bisnis.com.

Advertisement

Sebelumnya, seekor gajah ditemukan menjadi bangkai di kawasan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Bangkai satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam keadaan utuh.

Agus mengatakan tim BKSDA Aceh bersama pihak terkait lainnya sudah melakukan nekropsi atau otopsi bangkai gajah yang ditemukan di sekitar perkebunan sawit do Dusun Blang Gading, Gampong Seumanah Jaya.

Baca: Video Penampakan Imam Mesjid Al-Falah Pekanbaru Ditikam

Hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan kepolisian, kata Agus, ditemukan ada cairan merah dan bubuk terbungkus plastik yang tergantung di pohon.

“Di bawah gantungan plastik tersebut ditemukan kotak plastik berisi bubuk hitam diduga insektisida yang umum digunakan di bidang pertanian,” kata Agus.

Sementara itu, hasil nekropsi ditemukannya perubahan warna isi lambung dan saluran pencernaan seperti kasus keracunan pada umumnya. Sedangkan secara fisik, tidak ditemukan kekerasan di tubuh gajah.

“Gajah mati tersebut berjenis kelamin betina, umur diperkirakan delapan hingga 10 tahun dengan berat badan sekitar satu ton. Gajah tersebut diperkirakan mati delapan hingga 10 hari lalu,” tuturnya.

Agus menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

“Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut,” ujarnya. (bpc3)

Berita Terkini

Jumat, 27 November 2020 14:37

Danramil 03/Sungai Pagu, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Penanganan Covid-19

#rakor #penanganacovid #sumbar

Jumat, 27 November 2020 14:30

Satgas Covid-19 Pertegas Pelasanaan Pilkada 2020 Sesuai Protokol Kesehatan

#pilkada2020 #covid #corona #pilkadaserentak

Jumat, 27 November 2020 14:28

Demo Papua Merdeka di Kota Sorong Ricuh

#demo #demopapua #papuamerdeka #demoricuh

Jumat, 27 November 2020 13:31

BPOM Sebut Vaksin Sinovac Sudah Penuhi Syarat Sertifikat Halal

#vaksin #vaksincorona #bpom #vaksinhalal

Jumat, 27 November 2020 13:07

Bangkrutnya Amal di Akhirat

#ISLAMPEDIA

Jumat, 27 November 2020 12:33

Sudah 428 Orang di Riau Meninggal Akibat Covid-19

#corona #covid #riau #pekanbaru

Jumat, 27 November 2020 11:30

Kuliner Dominasi Ekonomi Kreatif Riau, Ini Data yang Disampaikan Syamsuar

#kuliner #khasriau #makanankhas #kulinerriau

Jumat, 27 November 2020 11:15

Kasus Terkonfirmasi Kembali Melonjak di Padang Panjang, Pemko Janji Tindak Tegas

#covid19 #corona #padangpanjang #sumbar