BERTUAHPOS – Pemprov Riau mencatat realisasi vaksinasi penyakit hewan sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025 mencapai angka tinggi, khususnya untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menembus 98,8% dari total target 40 ribu dosis.
Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, vaksinasi PMK telah terealisasi sebanyak 39.513 dosis dari target 40.000 dosis. Sejumlah daerah bahkan mencatat capaian di atas 100%, seperti Pelalawan dengan 101,1% dan Kepulauan Meranti sebesar 128,3%.
Sementara itu, vaksinasi Jembrana Disease (JD) menunjukkan capaian realisasi hingga 94% atau 5.286 dosis dari target 5.600 dosis. Namun, beberapa daerah masih berada di bawah ambang 70%, di antaranya Indragiri Hilir dengan realisasi 61% serta Dumai dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) yang masih di kisaran 49–50%.
Untuk vaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) untuk penyakit sapi ngorok, capaian provinsi masih tergolong rendah. Dari target 5.000 dosis, realisasi baru mencapai 1.889 dosis atau 67%. Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar menjadi daerah dengan realisasi terendah, masing-masing 33% dan 69%.
Vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) mencatat capaian 84% secara provinsi, dengan realisasi 3.635 dosis dari target 5.240 dosis. Kabupaten Indragiri Hulu dan Rokan Hilir menjadi daerah dengan performa terbaik, masing-masing mencapai 100% dan 98%.
Namun demikian, vaksinasi rabies masih menjadi perhatian serius. Dari target 20.000 dosis, realisasi baru mencapai 14.877 dosis atau 69%. Beberapa daerah masih mencatat capaian rendah, seperti Kuantan Singingi dan Rokan Hulu yang berada di angka 42%.
Kabupaten Kampar dan Bengkalis mencatat kinerja relatif baik dalam vaksinasi rabies, dengan realisasi masing-masing 79% dan 57%. Kota Pekanbaru sendiri baru mencapai 56% dari target 3.500 dosis.
“Rendahnya capaian pada beberapa jenis vaksin salah satunya dipengaruhi oleh kendala distribusi, keterbatasan tenaga vaksinator, serta kondisi geografis wilayah tertentu, terutama daerah kepulauan dan pedalaman,” kata Kepala Dinas PKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Jumat, 6 Februari 2026.
Kendati demikian, Dinas PKH Provinsi Riau menargetkan percepatan vaksinasi lanjutan pada awal 2026 untuk mengejar ketertinggalan, guna menekan risiko wabah penyakit hewan menular strategis.***









