Ini adalah Mother Station CNG pertama di Medan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di Sumatera Utara. Fasilitas ini mendukung transisi energi, ketahanan energi nasional, dan target Net Zero Emission 2060.
BERTUAHPOS – Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyambut positif pembangunan MS CNG Medan. Dia menilai kehadiran fasilitas ini akan memberi kemudahan bagi pelaku usaha di kota tersebut.
“Melalui CNG yang lebih hemat, lebih bersih, dan fleksibel, kami harapkan nantinya dapat memberikan berbagai kemudahan bagi para pelaku usaha industri dan komersial di Kota Medan,” ujarnya saat peresmian pada 19 September lalu.
MS Medan mulai dibangun sejak Juni 2025 dengan kapasitas hingga 1 MMSCFD dan diproyeksikan mampu melayani kebutuhan gas bumi dalam bentuk CNG hingga 4,48 BBTUD. Fasilitas ini ditargetkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari industri, komersial, hingga UMKM di wilayah Sumatera Utara.
Sub Koordinator Penyiapan Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Safriyanto, menegaskan bahwa CNG memiliki peran strategis dalam transisi energi nasional. Menurutnya, CNG bukan hanya energi efisien, tetapi juga bentuk nyata pemerataan akses energi.
“Dengan memanfaatkan gas bumi melalui CNG, Indonesia menapaki pilar transisi energi yang menghubungkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.
Senada dengan itu, Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menjelaskan bahwa pembangunan MS Medan tidak hanya memperluas pasar gas bumi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan MS Medan adalah wujud komitmen Subholding Gas dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui penyediaan energi bersih yang terjangkau dan dapat diakses luas oleh masyarakat. Hal ini juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi subsidi karena pasokan gas bumi 100% berasal dari dalam negeri,” tegasnya.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyampaikan bahwa pembangunan MS Medan saat ini telah memasuki tahap awal. Pekerjaan yang tengah dilakukan mencakup pembongkaran bangunan eksisting, pengurukan, dan pemadatan lahan.
“Kami optimis MS Medan dapat mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025 untuk melayani pelaku usaha di Kota Medan dan sekitarnya,” ungkap Santiaji.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), resmi memulai pembangunan Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG) pertama di Kota Medan pada Jumat, 19 September 2025. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam perluasan pemanfaatan gas bumi di Sumatera Utara melalui skema Beyond Pipeline.
Pembangunan ini juga melibatkan sinergi dengan PT PGN Solution sebagai mitra pelaksana konstruksi. Kehadiran fasilitas baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan gas bumi melalui pemanfaatan CNG yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Hingga saat ini, PGN Gagas telah menyalurkan gas bumi dalam bentuk CNG ke berbagai sektor melalui 15 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang tersebar di 7 provinsi. Target penyaluran pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 11,37 BBTUD.
Dengan hadirnya MS Medan, PGN memperkuat posisinya sebagai penyedia energi bersih yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperluas akses gas bumi ke berbagai sektor usaha di Sumatera Utara.***









