BERTUAHPOS — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau mulai dikerjakan pada 2026 menggunakan anggaran APBN. Proyek ini menjadi satu-satunya titik KNMP di Provinsi Riau yang telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau Indra Putra, progres pembangunan saat ini berada pada tahap pengerjaan pagar, gapura, dan tangki air. Ia memperkirakan pembangunan fisik kawasan kampung nelayan tersebut dapat rampung pada Juni 2026.
Menurutnya, pembangunan KNMP di Pambang Pesisir dirancang sebagai kawasan perikanan terintegrasi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini juga diharapkan mendorong kemandirian ekonomi nelayan melalui penguatan sarana dan prasarana pendukung.
“Pembangunan KNMP di Desa Pambang Pesisir itu menggunakan APBN, saat ini tengah tahap pengerjaan. Progresnya sedang pembangunan pagar, gapura dan tangki air. Perkiraan nanti di bulan Juni sudah siap pembangunannya,” ujar Indra Putra, Rabu.
Selain pembangunan di Bengkalis, Pemerintah Provinsi Riau juga mengusulkan 29 titik lokasi pembangunan KNMP kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada tahun 2026. Usulan tersebut telah disampaikan melalui proposal resmi sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
Indra menjelaskan, puluhan titik usulan KNMP tersebut berasal dari rekomendasi Dinas Perikanan kabupaten dan kota di Riau. Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah pesisir seperti Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, hingga Pekanbaru.
Ia menegaskan, pembangunan kampung nelayan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat pesisir melalui pendekatan social engineering.
Program KNMP juga mencakup penyediaan dan peningkatan fasilitas kawasan perikanan, termasuk tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pertemuan, hingga sentra kuliner.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi nelayan dapat meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pesisir di Provinsi Riau.
Pemprov Riau optimistis, jika usulan 29 titik KNMP disetujui pemerintah pusat, program ini akan mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan.***









