BERTUAHPOS.COM — Proyek Tol Lingkar Pekanbaru mencapai progres 77% per Juni 2026. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mengintegrasikan BIM, CDE, dan drone untuk mempercepat penyelesaian pada Februari 2027.
Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman menyebut, teknologi digital menjadi tulang punggung percepatan proyek ini. Seluruh tahapan pekerjaan kini terintegrasi dalam satu ekosistem data yang meminimalkan risiko kesalahan.
“Building Information Modeling (BIM) diterapkan secara terintegrasi mulai dari 2D, 3D, 4D, 5D, hingga 7D. Model digital terhubung ini memungkinkan pengelolaan gambar teknik, jadwal, biaya, hingga data aset secara lebih efektif,” ujar Resnu, Rabu, 8 Juli 2026.
Common Data Environment (CDE) mendorong kolaborasi real-time dengan menyatukan seluruh dokumen dan revisi dalam satu platform. Setiap pemangku kepentingan dapat mengakses data terbaru sesuai otoritasnya tanpa hambatan.
Digital Survey menggunakan fotogrametri drone untuk memverifikasi progres timbunan secara cepat dan akurat. Hasil pemindaian menjadi dasar perhitungan volume dan pencairan pembayaran yang lebih objektif.
“Sinergi antara BIM, CDE, dan Digital Survey membentuk ekosistem digital yang saling terhubung. Data survei divalidasi ke model BIM, sementara dokumen pendukung dikelola melalui CDE sehingga seluruh pemangku kepentingan mendapat akses terkendali,” imbuh Resnu.
Percepatan kerja di lapangan mulai terlihat dengan capaian konstruksi 77% pada akhir Juni 2026. Proyek ditargetkan rampung pada Februari 2027 sesuai jadwal.
“Penerapan teknologi ini menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas konstruksi, transparansi, serta efektivitas tata kelola proyek. Kami mendorong budaya kerja adaptif dan berbasis data,” katanya.
Integrasi digital tersebut memperkuat akuntabilitas di setiap tahapan proyek. HKI menempatkan smart construction sebagai fondasi pembangunan infrastruktur modern dan berkelanjutan.
Proyek Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan memperlancar konektivitas regional dan memacu pertumbuhan ekonomi setempat. Investasi teknologi ini menjadi contoh efisiensi belanja modal infrastruktur publik.








