BERTUAHPOS — Meski menjadi salah satu benda peninggalan sejarah dari Kerajaan Siak, mahkota emas bertabur berlian dan baru bergerga bukan satu-satunya. Masih ada banyak peninggalan Kerajaan Siak lain yang jauh lebih fenomenal.
Mahkota Emas Kesultanan Siak Sri Indrapura itu akan dipamerkan dalam rangka HUT Riau ke 68 di Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Mahkota ini diboyong langsung dari Museum Indonesia, setelah 80 tahun dipajang di sana.
Menurut Khairiah, dalam penelitiannya: Menelusuri Jejak Arkeologi di Siak yang diterbitkan oleh ejournal UIN Suska Riau mengungkap bahwa ada banyak sekali peninggalan benda-benda sejarah dari Kerajaan Siak.
Benda-benda itu tersebar di banyak tempat di Kota Istana, mulai dari Koto Gasib, Buatan, Mempura, Koto Tinggi, hingga di bangunan Istana Siak saat ini. Dari sekian banyak jejak arkeologi itu, memang Istana Siak lah yang memiliki keistimewaan lebih.
“Benda-benda arkeolog itu seolah mampu berbicara bagaimana kerajaan ini dimulai, memerintah dan berakhir,” katanya dalam penelitian itu.
Di Koto Gasib misalnya, ada Makam Putri Kaca Mayang, keramik dan koin emas yang ditemukan seorang nelayan, komplek makam Raja Kecik di Buatan, makam Panglima Emping Entah Berantah, gundukan tanah yang diyakini dulunya adalah benteng pertanahan dan masih banyak lagi, termasuk Tangsi Belanda.
Peninggalan Kerajaan Siak yang paling terkenal adalah Istana Siak Sri Indrapura, juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur atau Istana Asserayah Hasyimiah.
Istana ini dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan bantuan arsitek asal Jerman. Dia menamai bangunan ini Asserayah Hasyimiah. Arsitekturnya memadukan gaya Melayu, Arab, dan Eropa, menjadikan istana ini unik dan megah.
Bangunan Istana Siak terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki enam ruangan, yakni ruang tunggu tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu perempuan, serta ruang sidang kerajaan yang juga difungsikan sebagai ruang pesta.
Sementara itu, lantai dua terdiri dari sembilan ruangan yang digunakan sebagai tempat istirahat Sultan dan para tamu kerajaan.
Selain itu, terdapat juga makam sultan-sultan Siak, Tangsi Militer Belanda, Jembatan Tengku Agung Syarifah Latifah, dan Taman Tengku Mahratu yang merupakan bagian dari jejak sejarah kerajaan Siak. ***
Istana Siak Sri Indrapura:
- Terletak di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kabupaten Siak.
- Dibangun pada abad ke-19 oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.
- Arsitekturnya menggabungkan gaya Melayu, Arab, dan Eropa.
- Terdiri dari dua lantai dengan 15 ruangan yang memiliki fungsi berbeda.
- Lantai bawah: Ruang tunggu tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu perempuan, ruang sidang kerajaan, dan ruang pesta.
- Lantai atas: Tempat istirahat Sultan dan tamu istana.
- Di halaman istana terdapat 8 meriam dan bangunan kecil bekas penjara sementara.
- Menyimpan berbagai koleksi peninggalan kerajaan, seperti replika mahkota raja, singgasana, peralatan makan keramik, kursi kristal, dan alat musik Komet.
Makam Sultan Siak:
- Makam Sultan Syarif Hasyim, Sultan Siak XI.
- Makam Sultan Syarif Kasim I.
- Makam Sultan Siak VIII.
Lainnya:
- Tangsi Militer Belanda: Bekas kantor residen, rumah tahanan, gudang peluru, dan barak pasukan Belanda.
- Jembatan Tengku Agung Syarifah Latifah: Sebuah jembatan bersejarah di Siak.
- Taman Tengku Mahratu: Sebuah taman yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
- Tepian Bandar Sungai Jantan: Kawasan di depan Istana Siak yang ramai dikunjungi pada hari libur.
- Masjid Kerajaan Siak: Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I.









