BERTUAHPOS.COM, BENGKALIS – Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau mempercepat pemerataan layanan listrik di Kabupaten Bengkalis. Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja yang digelar di Pekanbaru, Jumat (22/5/2026), menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pasokan listrik dan perluasan jaringan.
Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan dan dihadiri jajaran manajemen PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Hadir pula para camat se-Kabupaten Bengkalis untuk menyampaikan langsung persoalan kelistrikan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Hendrik mengatakan DPRD sengaja melibatkan para camat agar berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada PLN. Menurutnya, masyarakat terus menyampaikan keluhan kepada DPRD, mulai dari pemadaman listrik, keterbatasan daya, hingga belum tersedianya jaringan listrik di sejumlah desa.
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syafroni Untung meminta PLN segera memberikan solusi atas minimnya pasokan listrik di beberapa wilayah perkotaan. Ia juga mempertanyakan usulan penambahan daya listrik di Kota Duri yang belum terealisasi sejak 2024 serta meminta percepatan penyalaan jaringan listrik di Jalan Tegar yang infrastrukturnya telah tersedia.
Selain itu, sejumlah anggota Komisi II menyoroti berbagai persoalan lain, seperti pemadaman listrik yang kerap terjadi di Pulau Bengkalis saat waktu Maghrib, kondisi tiang listrik kayu yang sudah lapuk, hingga belum masuknya jaringan listrik ke sejumlah desa di Kecamatan Talang Mandau, Pinggir, dan Pulau Rupat.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Perencanaan PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Deny Fitrian menjelaskan gangguan listrik umumnya dipengaruhi tingginya beban puncak, pohon yang menyentuh jaringan listrik, serta keterbatasan infrastruktur. Sementara itu, perluasan jaringan listrik di sejumlah desa masih terkendala proses perizinan kawasan hutan yang saat ini sedang diusulkan ke Kementerian Kehutanan.
PLN memastikan akan mempercepat elektrifikasi desa, melakukan penggantian tiang kayu dengan tiang beton, memperkuat sistem cadangan kabel laut menuju Pulau Bengkalis, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan listrik kepada masyarakat semakin optimal. (Inf)









