• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Banjir di Riau Bukan Hanya soal Curah Hujan Tinggi, Ini Kata Kalaksa BPBD Damkar

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 Maret 2025
Banjir di Riau Bukan Hanya soal Curah Hujan Tinggi, Ini Kata Kalaksa BPBD Damkar

Kalaksa BPBD Damkar Provinsi Riau, M Edy Afrizal.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, meyakini untuk solusi jangka panjang mengatasi masalah banjir tahunan di Riau, butuh waktu lama dan biaya tidak sedikit. Terlebih, upaya ini akan melibatkan banyak sektor, baik kementerian/lembaga, bisnis dan Pemda.

Menurutnya, masalah utama yang dihadapi pendungan dan sungai yang berkontribusi terhadap tumpahan air dari hujan dan air dari Waduk PLTA Koto Panjang, pastinya mengalami sedimentasi fluvial. Ini adalah proses pengendapan material (pasir dan batu) yang dibawa oleh aliran sungai.

“Kalau memang ini dianggap menjadi salah satu solusi, maka akan melibatkan, pihak PLN sebagai pengelola waduknya. Lalu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang bertanggung jawab terhadap sungai. Jadi butuh waktu panjang dan biaya besar,” katanya kepada Bertuahpos, Selasa, 4 Maret 2025.

Curah hujan tinggi akan menyebabkan aliran arus sungai yang kuat dan membawa pasir dan bebatuan. Dalam jangka waktu yang lama, pastinya akan terjadi pendangkalan sungai dan waduk. Termasuk di area sungai yang menjadi penampung air limpahan waduk.

Menurut Edy, sedimentasi fluvial tersebut akan membuat sungai dan waduk mengalami pendangkalan dalam waktu yang panjang. Sehingga kapasitas tampungan waduk dan sungai, tentu tidak lagi sama.

“Inilah salah satu penyebab mengapa air sungai lebih cepat meluap. Solusinya, bisa saja normalisasi. Dan pastinya perlu bantuan dari pemerintah pusat dan melibatkan banyak pihak. Ini juga bisa jadi solusi jangka pangang,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengusulkan pembangunan satu atau dua bendungan baru. Menurutnya, ini bisa jadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan di Riau. Menurutnya, keberadaan bendungan tambahan dapat membantu mengendalikan debit air, dan mencegah meluapnya Sungai Kampar. Sejuah ini, akar masalahnya ada di situ.

“Kalau kita punya 1 atau 2 bendungan lagi, air tidak akan menumpuk di PLTA Koto Panjang. Jika debit air tinggi dan pintu air harus dibuka, setidaknya dampaknya tidak akan sebesar sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya bendungan tambahan, air dapat dialirkan ke tempat lain sebelum mencapai PLTA Koto Panjang. Dengan begitu, kapasitas penampungan air bisa lebih terkontrol, sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.***

Tags: Bencana
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Internasional

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

...

Read moreDetails
Penghapusan Utang KUR UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tengah Dikaji Ulang

Penghapusan Utang KUR UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tengah Dikaji Ulang

Banjir Rendam Dua Desa di Kemuning Inhil, 243 KK Terdampak

Banjir Rendam Dua Desa di Kemuning Inhil, 243 KK Terdampak

Presiden Perintahkan Penyaluran BBM dan Logistik Diprioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Presiden Perintahkan Penyaluran BBM dan Logistik Diprioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman

Siaga Darurat Hingga 2026, Jabar Sediakan Dana Rp200 Miliar untuk Tanggap Bencana

Lebih dari 2.200 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

Lebih dari 2.200 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

Next Post
Ini 5 Tempat Ngabuburit Favorit di Pekanbaru Saat Ramadan

Ini 5 Tempat Ngabuburit Favorit di Pekanbaru Saat Ramadan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.