• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Presiden 3 Periode, Dulu Jokowi Ogah Nyapres, Tapi Jadi Presiden, Partai Ummat: Silahkan Publik Simpulkan Sendiri

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Maret 2021
Amien Rais mendatangi Polri, neraka jahanam

Amien Rais

111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Salah satu pendiri Partai Ummat Agung Mozin mengungkapkan bahwa rasa khawatir yang diungkapkan oleh Amien Rais, soal jabatan presiden tiga periode, bukan lah pernyataan ‘salah arah’. Walaupun dari pihak Istana menuding ada agenda politik di balik wacana itu.

Agung Mozin, menilai kekhawatiran Amien ini sudah tepat. Hal itu dapat dilihat dari rekam jejak Jokowi saat dirinya duduk sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga terpilih menjadi Presiden RI. Ketika itu, Jokowi juga mengelak untuk nyapres.

“Menjawab berbagai pertanyaan kepada saya dan pernyataan dari semua pihak termasuk dari Istana tentang wacana Presiden tiga periode oleh Amien Rais di channel YouTube yang sangat menggemparkan itu. Maka saya menegaskan kembali bahwa apa yang disampaikan oleh Amien Rais adalah tepat,” ujar Agung dalam keterangannya, Rabu, 17 Maret 2021.

“Masih melekat di ingatan publik bahwa ketika Jokowi sebagai Gubernur DKI dan ditanyakan mau nyapres atau tidak? Dia menjawab, apa itu copras-capres, dan apa itu survai-survei. Tapi faktanya dia maju sebagai capres. Itu artinya apa? Silakan publik menyimpulkan sendiri,” lanjutnya, dilansir dari Kumparan.com.

Agung juga menyinggung perpolitikan di parlemen yang dikuasai oleh parpol-parpol pendukung pemerintah. Yang dinilainya, Undang-Undang apa pun sangat mungkin diubah karena memiliki suara mayoritas.

“Apalagi mendengar pernyataan dari pimpinan MPR dari PKB dan NasDem, yang menyatakan bahwa kalau itu kehendak rakyat, yang katanya mereka wakili di parlemen, maka itu bukan hal yang ditabukan,” kata dia.

Tak sampai di situ, Agung turut menyinggung konflik Partai Demokrat yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam upaya kudeta. Ia meyakini ada sosok di Istana yang turut bermain di belakang kisruh Demokrat ini.

“Drama Kongres Luar Biasa yang menerpa Partai Demokrat oleh Moeldoko tidak bisa kita lihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Diduga ada kerdipan mata dari Istana, dan Amien Rais mendesak agar nama Jokowi yang diseret-seret dalam tragedi itu segera memberhentikan Moeldoko sebagai upaya membersihkan namanya. Tapi hal ini tidak dilakukan,” tegas Agung.

Dari sederet persoalan inilah, Agung dan Partai Ummat menganggap ada upaya pemerintah yang ingin menarik TNI dan Polri dalam pusaran kekuasaan, dan membungkam suara-suara yang kritis. Dengan UU ITE yang dinilai memiliki pasal-pasal karet turut berpotensi membungkam orang-orang yang ingin menyuarakan kebenaran, yang tidak disukai oleh penguasa negeri dan segelintir pengusaha.

“Media sosial yang diramaikan dengan jutaan kekhawatiran akan kembalinya rezim otoritarian, yang dikoreksi oleh Amien Rais dengan gerakan reformasi tahun 1998 yang menghentikan Suharto,” ungkap Agung.

“Maka saya mengharapkan, berhentilah rezim ini menciptakan kegaduhan di negeri ini dengan keserakahan-keserakahan. Karena sungguh Allah membenci orang-orang yang serakah,” tutup dia.

Sebelumnya, Jokowi telah menegaskan sikapnya tidak menginginkan menjabat sebagai presiden untuk tiga periode. Sebab, dalam UUD 1945, telah mengatur masa jabatan presiden selama dua periode yang harus dipatuhi bersama.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat, tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Jokowi dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. (bpc2)

Tags: amin raispartai Ummatpendiri partai umatpolitisi seniorPresiden tiga periode
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kader Partai Ummat Mengundurkan diri, amien rais
Berita

‘Pak Jokowi, Ingat!, Kalau Mau Main-main Silahkan, Anda Akan Berhadapan dengan Masyarakat Sipil yang Sudah tak Tahan’

...

Read moreDetails
PARTAI UMMAT

Partai Ummat Beberkan Siapa Sosok Kadernya yang Ditangkap Densus 88

densus 88

Partai Ummat Minta Densus 88 Dievaluasi Setelah Kadernya Ditangkap

amien rais

Amien Rais Ajak Ibu-ibu yang Dulu Dukung Prabowo-Sandi Gabung ke Partai Ummat

Kader Partai Ummat Mengundurkan diri, amien rais

Amien Rais Tegaskan ‘Saya Nggak Mau’ Maju Pilpres 2024

Neno Warisman Partai Ummat

Ini Alasan Neno Warisman Mundur dari Partai Ummat

Next Post

Ingatkan Pemainnya, Pep: Kita Belum Memenangkan Gelar Apapun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.