Rano Karno Membantah: Saya tak Pernah Lihat Uang Rp7,5 Miliar

Rabu, 26 Februari 2020 09:50
Rano Karno Membantah: Saya tak Pernah Lihat Uang Rp7,5 Miliar

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Rano Karno membahan semua tuduhan yang ditujukan kepadanya terkait kasus money laundry alias tindak pidana pencucian uang yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan,

Saat sidang yang dilakukan pada hari Senin, 24 Februari 2020 kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Rano Karno sebagai saksi. Sebab Wawan menyebut-nyebut nama Rano Karno dalam persidangan.

Advertisement

Dalam persidangan, Rano Karno membantah menerima Rp 1,5 miliar dari mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (PT BPP) Ferdy Prawiradireja. Dimana, PT BPP merupakan perusahaan milik Wawan alias TCW, seperti dikutip dari viva.co.id.

“Saya juga menyangkal pengakuan Djadja Buddy Suhardja, mangan Kepala Dinkes Banten, hang menyebut adanya aliran dana Rp700 juta. Keterangan Djadja berbeda jauh dengan Dadang Priyatna yang mengaku telah dimintai sejumlah uang oleh Djadja dengan mengatasnamakan Rano Karno,” kata Rano Karno, dalam siaran persnya dikutip Rabu, 26 Februari 2020.

BACA JUGA:  Bos PT Darmex Agro Didakwa Suap Rp3 M ke Anas Makmun dan Rp750 Juta ke Gulat Manurung untuk Revisi Lokasi

Baca: Lampu Surau Baru At-Taubah Digasak Maling, Jemaah Hafal Quran dalam Gelap

Tak hanya itu, Rano pun menolak pernyataan eks pegawai PT Bali Pacific Pragama (BPP), Ferdy Prawiradireja yang disebut-telah menyerahkan uang sebesar 1,5 miliar dengan menggunakan mata uang rupiah dalam sebuah tas kertas.

Begitu pun, mengenai tudingan kepada dirinya yang telah menerima uang bantuan kampanye sebesar Rp7,5 miliar. Semua kasus korupsi dan TPPU yang di arahkan ke pemeran Si Doel Anak Sekolahan itu dibantahnya di hadapan majelis hakim.

“Perkara Rp7,5 miliar terkait penyelenggaraan Pilkada Banten pada 2011. Saya mengaku tak pernah melihat bentuk fisik bantuan keuangan dari TCW dalam rangka pemenangan Pilkada Banten,” terangnya.

BACA JUGA:  Bos PT Darmex Agro Didakwa Suap Rp3 M ke Anas Makmun dan Rp750 Juta ke Gulat Manurung untuk Revisi Lokasi

Dalam persidangan Senin lalu, majelis hakim ikut mengonfirmasi keterangan Rano pada saksi Yayah Rodiyah saat berkunjung ke kediaman Rano Karno. Yayah mengaku tak pernah melihat terjadinya penyerahan uang kepada Rano dalam pertemuan tersebut.

Di persidangan, Yayah mengaku hanya menyerahkan uang kebutuhan pilkada Banten itu pada Agus Uban, salah satu anggota tim pemenangan yang dikomandoi oleh TCW.

“Seluruh lalu lintas keuangan diatur oleh Agus Uban dan pertanggungjawaban penggunaannya dilaporkan langsung oleh Agus Uban kepada saudara Wawan selaku Ketua Tim Pemenangan. Saya hanya dilapori soal jumlah alat peraga kampanye yang dibutuhkan, skema pendistribusian, dan rencana anggarannya,” tegasnya.

(bpc3)

Berita Terkini

Kamis, 15 April 2021 18:01

2 Hari Ramadhan Disdukcapil Kuansing Sepi

Kepengurusan Kependudukan di Kuansing

Kamis, 15 April 2021 17:12

Elite PDIP Merespon Soal Demokrat Merasa Dikhianati Jokowi

Lobi-lobi Politik

Kamis, 15 April 2021 16:43

Taliban Mundur dari Pembicaraan Damai untuk Afganistan Sebelum Militer AS Hengkang

Pembicaraan damai untuk Afganistan

Kamis, 15 April 2021 16:32

Bengkalis Tanggung 69 Ribu Premi JKN Masyarakat Miskin

Integrasi JKN KIS

Kamis, 15 April 2021 15:08

Pengusaha Ragukan Ekonomi Bisa Pulih Sesuai Keinginan Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 15 April 2021 15:01

Jadwal Berbuka Puasa Hari Ketiga untuk Wilayah Pekanbaru Versi Muhammadiyah

Waktu berbuka Pekanbaru

Kamis, 15 April 2021 14:24

BPS Sebut Impor Kurma Naik Tajam

Permintaan Kurma Meningkat

Kamis, 15 April 2021 13:23

DPRD Riau Kritik Refocusing Anggaran Tak Berdampak Pada Penurunan Covid-19

Angka kasus Covid-19 di Riau meningkat

Kamis, 15 April 2021 12:45

Video: BI Minta Masyarakat Riau Tahan Belanja Saat Lebaran

Pengendalian Inflasi Riau