Pengamat Jelaskan Apakah Usia Pesawat Berpengaruh Terhadap Jatuhnya Sriwijaya Air?

Senin, 11 Januari 2021 14:31
Pengamat Jelaskan Apakah Usia Pesawat Berpengaruh Terhadap Jatuhnya Sriwijaya Air?

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman menjelaskan apakah usia pesawat berpengaruh terhadap jatuhnya Sriwijaya Air pada akhir pekan lalu?

Menurutnya, usia pesawat terbang tak otomatis berkorelasi dengan kelaikan terbang sebuah pesawat. Hal ini memang belakangan dikaitkan dengan Boeing-737-500 yang sudah berusia 26 tahun.

Advertisement

Gerry Soejatman menjelaskan kunci utamanya adalah kelaikan sebuah pesawat, bukan pada usianya. Usia pesawat biasanya lebih berkorelasi pada biaya perawatan yang lebih mahal.

“Usia pesawat tidak pengaruh ke kelaikan pesawat selama pemeliharaan sudah standard pabrik, dan regulator negara pembuat dan negara operator,” katanya.

Baca: Rizieq Sah Ditetapkan Tersangka, Kasus yang Mana?

Kepada CNBC Indonesia, dia berkata, makin tua maintenance makin mahal, akan sampai masuk ke titik tidak ekonomis lagi, sampai akhirnya tidak layak lagi dilanjutkan sehingga harus di upgrade.

Video:

Dia menambahkan, tidak ada batasan usia pesawat untuk kelaikan pakai pesawat. Namun, ketika pesawat sudah mengharuskan banyak komponen yang perbaiki atau ganti maskapai akan melakukan perhitungan ekonomis kelanjutan penggunaan pesawat ini.

Hitungannya, biaya perbaikan akan semakin mahal jika usia pesawat semakin tua, karena makin banyak perangkat yang harus diganti untuk beroperasi secara optimal.

Gerry menyatakan dari perbaikan biasanya penambahan beban pesawat yang membuat konsumsi bahan bakar pesawat makin besar, membuat ongkos bahan bakar melambung. Selain itu ketersediaan suku cadang dan fasilitas maintenance juga menjadi pertimbangan tingkat keekonomisan pesawat.

“Indonesia alergi dengan pesawat tua sejarahnya (kecelakaan) memang banyak dari pesawat tua. Itu ada psikological trauma, tapi di industri ini selama bisa dirawat masih laik terbang,” ucapnya.

Gerry menambahkan hingga saat ini usia pesawat berjenis ini masih banyak digunakan untuk angkutan cargo di Eropa. Bahkan untuk maskapai tier dua dan tiga di luar negeri masih pakai untuk keperluan komersial dan carter. Walaupun untuk 5 tahun terakhir maskapai di tier 1 sudah meninggalkan jenis pesawat ini.

“Banyak maskapai yang kurang kapasitas waktu 747 Max dilarang dan dicarter maskapai tapi hanya rute pendek,” katanya. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 20 Januari 2021 13:31

Diduga Terjalin Komunikasi, KPK Dalami Keberadaan Harun Masiku dari Saudaranya

#HarunMasiku #KPK #Korupsi

Rabu, 20 Januari 2021 12:30

AS Yakin China Melakukan Genosida dan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Muslim Uighur

#china #as #uighur #internasional

Rabu, 20 Januari 2021 11:56

Honda Kritisi Filipina Soal Impor Mobil

#otomotif #impor #filipina

Rabu, 20 Januari 2021 10:16

KPU: Ada 30 Ribu Suara Tidak Sah di Pilkada Riau 2020

#PILKADA

Rabu, 20 Januari 2021 09:30

Kepala BEI Riau Ingatkan Jangan Ikut-ikutan dalam Beli Saham

#saham #InvestasiSaham #PasarModal #finance