BERTUAHPOS – Pemerintah memastikan tidak akan gegabah merespons lonjakan harga energi global yang dipicu memanasnya tensi konflik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Purbaya menyatakan bahwa APBN masih memiliki napas yang cukup lega untuk meredam gejolak harga minyak mentah. Menurutnya, pemerintah lebih memilih untuk menjaga daya beli masyarakat ketimbang buru-buru mengubah kebijakan subsidi.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” tegas Purbaya di Jakarta.
Purbaya menjelaskan, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan fluktuasi harga harian yang bersifat sesaat.
Meski begitu, ia mengakui bahwa pemerintah juga tidak bisa berdiam diri menunggu hingga akhir tahun untuk melakukan evaluasi.
“Kan baru satu hari. Hitungan kita statusnya setahun penuh. Kalau rata-rata setahun USD 100 per barel berarti kan naik terus ke atas. Tapi kalau tunggu setahun, telat dong mau koreksi. Jadi kita lihat sebulan ini bagaimana keadaannya, nanti kita evaluasi secara menyeluruh,” ungkapnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan fiskal tetap akurat. Pemerintah akan memantau perkembangan harga dalam jangka waktu pendek untuk menentukan apakah diperlukan penyesuaian pada postur APBN atau tidak.
Di tengah ketidakpastian global, fokus utama pemerintah adalah menjaga agar mesin pertumbuhan ekonomi domestik tidak melambat.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggunakan instrumen fiskal untuk menyerap tekanan (shock) dari kenaikan harga minyak dunia.
“Yang jelas kita coba absorb shock semaksimal mungkin. Kita pastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri saat ini masih menunjukkan tren ekspansi yang positif.
Sejauh ini, kenaikan harga minyak global belum memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap produktivitas masyarakat maupun industri.
Selain dari sisi fiskal, jaminan kestabilan juga datang dari sektor hulu. Mengutip koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Purbaya menyebutkan bahwa stok energi nasional dalam kondisi yang aman untuk mencukupi kebutuhan domestik.
Purbaya meminta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan mengenai potensi harga minyak yang akan melambung tinggi hingga angka ekstrem.
“Jangan cepat-cepat memastikan harga akan USD 100 per barel terus, bahkan ada yang bilang menuju USD 150 dan anggaran kita tidak kuat. Kita akan assess terus dari waktu ke waktu,” katanya.***









