BERTUAHPOS — Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA mendesak pemerintah agar segera mengaktivasi rute Ro-Ro Dumai-Melaka sebagai hub internasional baru untuk memperkuat konektivitas di pesisir timur Sumatera.
Kehadiran Tol Trans Sumatera yang kini telah mengoneksikan Dumai dengan berbagai kota besar di Pulau Sumatera diyakini akan memperkuat daya tarik rute ini. Akses darat yang terintegrasi dengan pelabuhan internasional akan memudahkan pergerakan wisatawan asing serta memacu arus investasi dan pergerakan logistik industri di kawasan tersebut.
“Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang cenderung terus naik dan berdampak pada tiket pesawat, maka jalur laut menjadi alternatif transportasi yang jauh lebih terjangkau bagi pelancong mancanegara,” tegasnya.
Hendry memaparkan bahwa faktor sosiologis berupa kesamaan akar budaya Melayu menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Kemudahan akses ini diproyeksikan tidak hanya mendongkrak angka kunjungan wisata, tetapi juga mempererat hubungan ekonomi dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Menurutnya, potensi devisa yang besar terancam hilang jika Indonesia hanya bergantung pada jalur udara yang saat ini sedang terganggu oleh faktor geopolitik dunia.
“Mudahnya akses laut akan meningkatkan tingkat kunjungan secara signifikan. Kedekatan budaya ini membuat wisatawan dari Malaysia, Singapura, atau Thailand merasa seperti berada di rumah sendiri saat berkunjung ke Riau dan sekitarnya,” tambahnya.
Urgensi aktivasi jalur laut ini semakin nyata setelah mencatat hilangnya potensi kunjungan sekitar 60 ribu turis asing akibat pembatalan 770 jadwal penerbangan dari hub utama dunia seperti Dubai dan Doha.
Situasi yang dipicu konflik di Timur Tengah ini menyebabkan Indonesia gagal merealisasikan devisa sebesar Rp2,04 triliun. Dengan mengaktifkan Ro-Ro Dumai-Melaka, Riau diposisikan sebagai gerbang alternatif yang stabil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pariwisata nasional dari guncangan eksternal.***









