• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Apakah rapid test efektif’? Begini Pendapat Pakar Biologi Molekuler dari Stem Cell and Center Insitute

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 Maret 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Metode tes massal menggunakan rapid test sudah mulai dilakukan. Pemerintah berharap dengan metode ini bisa berpacu dengan virus Corona.

Pemerintah mengakui bahwa tes dengan metode ini bukan untuk menteksi apakah seseorang positif Covid-19, melainkan untuk mengetahui tahapan awal keberadaan virus itu. Rapid test akan memberikan Informasi mengenai ada atau tidaknya imun di tubuh sebagai pemicu penangkal virus. Dengan begitu tahapan metode selanjutnya bisa lebih cepat dilakukan.

Cara seperti ini, tidak berlaku di Malaysia. Negeri Jiran itu meragukan metode tes seperti ini. Memang, cara yang paling efektif untuk mendeteksi Covid-19 yakni dengan swab. Tapi di Indonesia, prosesnya lama, sebab sampel darah harus dikirim ke Laboratorium Kementerian Kesehatan, di Jakarta.

Cara seperti inilah yang dikritik, Ahmad Utomo, pakar biologi molekuler dari Stem Cell and Cancer Institute. Menurutnya, pengandalan metode tes cepat dengan rapid test itu sangat kurang efektif dalam membatasi penyebaran Covid-19.

Utomo menjelaskan bahwa tes itu merupakan metode yang sangat sederhana sehingga dapat menghasilkan “negatif palsu”. Ia menjelaskan bahwa kelemahan terletak pada masalah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi.Utomo mengatakan bahwa ‘rapid test’ kalah cepat dalam mencegah penularan virus.

“Rapid test ini sebetulnya hanya bisa mendeteksi antibodi. Cuma, antibodi ini munculnya kan terlambat, sementara virusnya sudah masuk duluan. Jadi kita kalau misalnya mau screening, menggunakan rapid test yang murah ini, itu ya sudah terlambat sebetulnya,” kata Utomo.

“Karena apa? Dia kan terdeteksinya kan mungkin bisa seminggu, 10 hari, bisa dua minggu setelah terpapar virus kan. Sementara orang ini dalam seminggu pertama udah ke mana-mana sambil bawa virus. Bahayanya di situ,” tambahnya.

Menurut data penelusuran kontak pasien oleh pemerintah, antara 600.000 sampai 700.000 orang diperkirakan memiliki risiko tinggi terpapar virus corona. Mereka, berserta tenaga medis yang berada di garda depan penanganan Covid-19 adalah kelompok prioritas yang dapat melaksanakan tes cepat.

Pemerintah menyatakan telah “menyiapkan satu juta kit untuk tes massal”. Alat tes cepat telah disebar ke sejumlah provinsi dan pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah setempat. Sedangkan di Jakarta, sebagai pusat penyebaran kasus, tengah menjalani tes sejak Jumat lalu. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

IDI Klarifikasi Soal Petugas Medis Mogok Karena APD

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.