Apakah rapid test efektif’? Begini Pendapat Pakar Biologi Molekuler dari Stem Cell and Center Insitute

Minggu, 29 Maret 2020 06:01
Apakah rapid test efektif’? Begini Pendapat Pakar Biologi Molekuler dari Stem Cell and Center Insitute

BERTUAHPOS.COM – Metode tes massal menggunakan rapid test sudah mulai dilakukan. Pemerintah berharap dengan metode ini bisa berpacu dengan virus Corona.

Pemerintah mengakui bahwa tes dengan metode ini bukan untuk menteksi apakah seseorang positif Covid-19, melainkan untuk mengetahui tahapan awal keberadaan virus itu. Rapid test akan memberikan Informasi mengenai ada atau tidaknya imun di tubuh sebagai pemicu penangkal virus. Dengan begitu tahapan metode selanjutnya bisa lebih cepat dilakukan.

Advertisement

Cara seperti ini, tidak berlaku di Malaysia. Negeri Jiran itu meragukan metode tes seperti ini. Memang, cara yang paling efektif untuk mendeteksi Covid-19 yakni dengan swab. Tapi di Indonesia, prosesnya lama, sebab sampel darah harus dikirim ke Laboratorium Kementerian Kesehatan, di Jakarta.

Cara seperti inilah yang dikritik, Ahmad Utomo, pakar biologi molekuler dari Stem Cell and Cancer Institute. Menurutnya, pengandalan metode tes cepat dengan rapid test itu sangat kurang efektif dalam membatasi penyebaran Covid-19.

Baca: Warga Jawa-Bali Diprioritaskan Suntik Vaksin

Utomo menjelaskan bahwa tes itu merupakan metode yang sangat sederhana sehingga dapat menghasilkan “negatif palsu”. Ia menjelaskan bahwa kelemahan terletak pada masalah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi.Utomo mengatakan bahwa ‘rapid test’ kalah cepat dalam mencegah penularan virus.

Rapid test ini sebetulnya hanya bisa mendeteksi antibodi. Cuma, antibodi ini munculnya kan terlambat, sementara virusnya sudah masuk duluan. Jadi kita kalau misalnya mau screening, menggunakan rapid test yang murah ini, itu ya sudah terlambat sebetulnya,” kata Utomo.

“Karena apa? Dia kan terdeteksinya kan mungkin bisa seminggu, 10 hari, bisa dua minggu setelah terpapar virus kan. Sementara orang ini dalam seminggu pertama udah ke mana-mana sambil bawa virus. Bahayanya di situ,” tambahnya.

Menurut data penelusuran kontak pasien oleh pemerintah, antara 600.000 sampai 700.000 orang diperkirakan memiliki risiko tinggi terpapar virus corona. Mereka, berserta tenaga medis yang berada di garda depan penanganan Covid-19 adalah kelompok prioritas yang dapat melaksanakan tes cepat.

Pemerintah menyatakan telah “menyiapkan satu juta kit untuk tes massal”. Alat tes cepat telah disebar ke sejumlah provinsi dan pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah setempat. Sedangkan di Jakarta, sebagai pusat penyebaran kasus, tengah menjalani tes sejak Jumat lalu. (bpc3)

Berita Terkini

Minggu, 25 Oktober 2020 17:08

Kalah di El Clasico, Ronald Koeman Serang Wasit

#ELCLASICO

Minggu, 25 Oktober 2020 15:01

Sejarah Tanah Jantan, Kepulauan Meranti

#MERANTI

Minggu, 25 Oktober 2020 13:29

Prabowo Jumpai Menhan Turki Bahas 4 Topik Penting

#prabowo

Minggu, 25 Oktober 2020 10:01

Kaum Muslimin, Janganlah Terpedaya Harta Kekayaan

#ISLAMPEDIA

Minggu, 25 Oktober 2020 09:31

Silahkan, Nikmati Surga Telaga di Gunung Talamau Sumbar

#gunungtalamau #sumbar

Minggu, 25 Oktober 2020 09:04

Wijatmoko Kembali Pimpin Apindo Riau 5 Tahun Kedepan

#apindoriau #ketuaapindoriau

Minggu, 25 Oktober 2020 09:03

Ini Tips Hijab yang Stylish, Tapi Simpel

LIFESTYLE

Minggu, 25 Oktober 2020 07:31

Inilah Sederet Bisnis Suami Nikita Willy

#bluebird #indrapriawan #nikitawilly