Anies ‘PSBB Total’, Ridwan Kamil: Kita Ikut ke Kiri dan Kanan

Jumat, 11 September 2020 18:14
Anies ‘PSBB Total’, Ridwan Kamil: Kita Ikut ke Kiri dan Kanan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (@ridwankamil)

Anies ‘BSBB Total’, Ridwan Kamil: Kita Ikut ke Kiri dan Kanan

BERTUAHPOS.COM — Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil merespon rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk PSBB total. Menurutnya, pada kawasan Jabodetabek memang harus satu frekuensi dengan strategi yang akan diterapkan di DJK Jakarta.

Advertisement

Hal ini, disebabkan mayoritas kasus Covid-19 di Jawa Barat berada di Jabodetabek, sebagaimana dikutip dari republika.co.id. “Jadi kalau Pak Anies ke kiri kita ke kiri, Pak Anies ke kanan kita ke kanan, semata-mata karena klaster Covid-19 Jawa Barat juga paling besar, hampir 70 persen ada di Bodebek,” ungkapnya.

Meski demikian, Ridwan Kamil menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mengkonsultasikan ke pemerintah pusat terkait pencabutan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

Baca: Ahli Hukum Tata Negara Kritik Puan Maharani Soal Sumbar Dukung Pancasila

“Kedua kemarin saya menyarankan ke Gubernur Jakarta agar mengkonsultasikan lebih mendalam ke pemerintah pusat (terkait PSBB total) karena setiap kebijakan di Jakarta tentu berhubungan dengan dampak di level nasional,” kata Jumat, 11 September 2020,  di Bandung.

Sedang Pemprov Jawa Barat telah memutuskan dua strategi terkait strategi penanggulangan Covid-19 di wilayah ini yakni strategi untuk daerah Bodebek (Bogor, Depok Bekasi) dan non-Bodebek. Untuk strategi Bodebek harus satu frekuensi dengan Provinsi DKI Jakarta karena mayoritas kasus Covid-19 d Provinsi Jawa Barat berada di Bodebek.

Dia mengatakan sebenarnya status Bodebek tidak berubah terkait Covid-19 yakni masih PSBB yang diterjemahkan intensitasnya oleh wali kota dan bupati. “Pembatasan kira-kira, bukan pelarangan, kalau pelarangan itu namanya lockdown,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi “menginjak rem darurat” yang mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total. (bpc2)