• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemanfaatan Limbah dari Biogas Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Mukti Sari

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 September 2024
Pengolahan bio-slurry jadi pupuk organik

Lokasi pengolahan bio-slurry menjadi POP dan POC di DEB Mukti Sari (Foto: BERTUAHPOS/MELBA)

115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Desa Mukti Sari kini menjadi contoh sukses dalam memanfaatkan limbah biogas untuk meningkatkan ekonomi warga. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Ketua Kelompok Tani Bhina Mukti Sari, Sudarman, yang mampu menghemat biaya pengeluaran rumah tangganya berkat pemanfaatan biogas dan bioslurry dari kotoran sapi.

Sudarman dan keluarganya sangat bergantung pada ternak sapi, kini tidak hanya mendapat manfaat dari biogas untuk kebutuhan memasak dan penerangan, tetapi juga dari produk sampingan biogas, seperti bioslurry yang digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) dan padat (POP).

Sebelum menggunakan biogas, Sudarman harus membeli empat tabung gas elpiji 3 kilogram (gas melon) setiap bulan dengan biaya sekitar Rp100 ribu. Setelah beralih ke biogas, pengeluarannya untuk gas turun drastis.

“Sekarang saya hanya perlu satu tabung gas melon, itu pun hanya untuk cadangan. Biogas juga digunakan untuk penerangan di teras rumah dan kompor tetangga,” ungkap Sudarman. Penghematannya mencapai Rp80 ribu setiap bulan.

Tak hanya itu, limbah padat dari biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi juga dimanfaatkan Sudarman sebagai pakan ikan, ayam, dan bebek. Di kolam lelenya, penggunaan limbah padat ini berhasil menghemat pembelian pakan hingga dua karung, yang biasanya menghabiskan biaya sekitar Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. 

Sudarman juga menggunakan pupuk organik dari limbah biogas untuk kebun sawitnya. Sebelum ini, ia harus mengeluarkan Rp6,8 juta setiap bulan untuk membeli pupuk kimia.

Namun, dengan menggunakan pupuk organik dari bio-slurry, biaya yang dikeluarkan menurun drastis hingga Rp6,1 juta per bulan.

“Panen sawit sekarang lebih baik, dengan hasil sekitar satu ton per kapling, kadang bisa lebih,” jelasnya.

Pemanfaatan bioslurry tidak hanya dirasakan Sudarman, tetapi juga warga lain seperti Muliardi atau yang akrab disapa Mbah Suhada.

Pria 78 tahun ini juga merasakan manfaat besar dari penggunaan pupuk organik untuk sawah dan kebun sawitnya.

“Sebelumnya, daun sawit sering menguning. Sekarang lebih hijau dan rimbun setelah menggunakan pupuk organik,” kata Suhada. Hasil panen sawitnya juga meningkat, dari 700 kilogram menjadi stabil di 1 ton.

Bioslurry sendiri memiliki potensi ekonomi yang besar. Saat ini, produksi POC dan POP dalam skala besar sedang dijajaki oleh Kelompok Biotama Agung Lestari, turunan dari Kelompok Tani Bhina Mukti Sari.

Produksi POC telah mencapai 1.000 liter per bulan dan POP mencapai 4 ton per produksi. Produk ini sudah mulai dipasarkan, meski masih terkendala dalam peralatan produksi.

Program Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis biogas ini telah membawa perubahan besar di Desa Mukti Sari. Tidak hanya memanfaatkan kotoran sapi, kini bahan baku biogas diperluas dengan limbah pasar, limbah tahu, serta kotoran kambing dan limbah dari pondok pesantren. 

“Dengan terus berkembangnya program ini, potensi ekonomi dari bio-slurry diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lebih banyak warga desa,” kata Sudarman.***

Tags: ekonomienergilingkungan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
Respon Ketua MUI Riau Ilyas Husti soal Sikap Politik UAS di Pilkada Riau 2024, “Apa Salahnya Ulama Berpihak?”

Respon Ketua MUI Riau Ilyas Husti soal Sikap Politik UAS di Pilkada Riau 2024, “Apa Salahnya Ulama Berpihak?”

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.