• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 18, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Usia 100 Tahun, Jam Gadang Menyimpan Sejarah Panjang Kota Bukittinggi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Oktober 2026
Usia 100 Tahun, Jam Gadang Menyimpan Sejarah Panjang Kota Bukittinggi

Jam Gadang di Kota Bukittinggi \ Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatra Barat, memasuki usia satu abad pada 2026 setelah dibangun pada 1926.

Menara jam setinggi sekitar 26 meter ini menjadi salah satu landmark kota yang dikenal luas, dengan sejarah pembangunan pada era kolonial, perangkat mekanis buatan Jerman, dan puncak bangunan yang mengadopsi bentuk atap khas Minangkabau.

Terletak di pusat Kota Bukittinggi, Jam Gadang berada di dekat Pasar Ateh dan kawasan ruang publik perkotaan.

Lokasi tersebut membuat bangunan bersejarah ini mudah dikenali sekaligus menjadi bagian dari lanskap kota yang mempertemukan aktivitas masyarakat, perdagangan, dan kunjungan wisata.

Sejarah pembangunan Jam Gadang bermula pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Menara ini dibangun sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada H.R. Rookmaaker, pejabat kontrolir Fort de Kock, nama Bukittinggi pada masa itu.

Pembangunannya berlangsung pada 1926 dengan biaya sekitar 3.000 gulden menurut catatan yang dirujuk Kementerian Pariwisata.

Perancangannya melibatkan tokoh lokal Minangkabau, termasuk Yazid Abidin atau Yazid Rajo Mangkuto.

Sumber sejarah juga mencantumkan nama Sutan Gigi Ameh dan Haji Moran dalam proses pembangunan. Keterlibatan tenaga lokal menjadi bagian dari sejarah berdirinya menara yang kemudian berkembang menjadi simbol kota tersebut.

Nama Jam Gadang sendiri menggambarkan karakter utama bangunan. Dalam bahasa Minangkabau, gadang berarti besar, merujuk pada empat muka jam yang dipasang pada masing-masing sisi menara. Setiap muka jam berdiameter sekitar 80 sentimeter, sehingga penunjuk waktu tersebut menjadi elemen paling menonjol dari struktur bangunan.

Selain ukurannya, perangkat mekanisnya juga menjadi bagian penting dari riwayat Jam Gadang. Mesin jam dibuat oleh Bernard Vortmann di Recklinghausen, Jerman, kemudian dikirim melalui Rotterdam.

Catatan sejarah menyebut mekanismenya memiliki pasangan dengan mesin yang digunakan pada Elizabeth Tower atau Big Ben di London.

Identitas arsitektur Jam Gadang juga mengalami perubahan seiring perkembangan sejarah. Pada masa kolonial Belanda, puncak menara berbentuk kubah dan dilengkapi ornamen ayam jantan.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942–1945, bentuk tersebut diubah menyerupai pagoda. Setelah Indonesia merdeka, puncaknya kembali diubah menjadi bentuk gonjong yang menyerupai atap Rumah Gadang.

Bentuk gonjong pada bagian puncak memperlihatkan penggunaan unsur arsitektur lokal pada bangunan yang berasal dari era kolonial.

Elemen tersebut juga membuat Jam Gadang memiliki karakter visual yang berbeda dari menara jam pada umumnya, sekaligus menghubungkannya dengan tradisi arsitektur masyarakat Minangkabau.

Perjalanan Jam Gadang tidak terlepas dari bencana alam. Pada 6 Maret 2007, menara ini mengalami kerusakan akibat dua gempa yang mengguncang wilayah Sumatra Barat.

Pemugaran kemudian dilakukan dengan dukungan pendanaan dari Belanda melalui upaya pelestarian warisan budaya. Menara yang telah diperbaiki diresmikan kembali pada 22 Desember 2010 dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-262 Kota Bukittinggi.

Keberadaan Jam Gadang juga berkaitan dengan lingkungan perdagangan di pusat Bukittinggi. Kedekatannya dengan Pasar Ateh membuat kawasan tersebut menjadi titik pertemuan antara warisan sejarah dan kegiatan ekonomi kota.

Namun, nilai bangunan ini tidak hanya terletak pada kedekatannya dengan kawasan perdagangan, melainkan juga pada fungsinya sebagai penanda geografis dan identitas perkotaan.

Bagi sektor pariwisata, Jam Gadang merupakan salah satu objek yang membantu memperkenalkan Bukittinggi kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Sejarah pembangunan, bentuk atap khas Minangkabau, serta perangkat jam mekanisnya menjadi unsur yang membedakan bangunan ini dari objek wisata lainnya.

Kementerian Pariwisata juga menempatkan Jam Gadang sebagai salah satu ikon pariwisata Sumatra Barat dalam publikasi mengenai perjalanan sejarahnya selama satu abad.

Kini, Jam Gadang tetap berdiri sebagai bagian dari sejarah panjang Bukittinggi. Bangunan yang bermula dari hadiah pada masa kolonial tersebut telah melewati pergantian kekuasaan, perubahan arsitektur, dan pemugaran akibat gempa, sebelum memasuki usia 100 tahun pada 2026.

Tags: arsitektur MinangkabauBig BenbukittinggiJam Gadang 100 tahunpariwisata daerahratu wilhelminaSejarah Jam Gadangwarisan sejarahwisata Sumatra Barat
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Off Road Pakai Jeep, 2 Jam Menelusuri Pesona Ngarai Sianok Bukittinggi
Berita Pilihan

Off Road Pakai Jeep, 2 Jam Menelusuri Pesona Ngarai Sianok Bukittinggi

...

Read moreDetails
Sore di Pelataran Jam Gadang Bukittinggi, Mengenang Tragedi Pembantaian 1958

Sore di Pelataran Jam Gadang Bukittinggi, Mengenang Tragedi Pembantaian 1958

keindahan ngarai sianok

Keindahan Ngarai Sianok Diabadikan dalam Duit Rp2.000, Banyak yang Nggak Sadar Kan!

irjen teddy minahasa

Irjen Teddy Minahasa Bersumpah Atas Nama Allah Tak Terima Uang dari Hasil Sabu

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Wakil Walikota Bukittinggi: Intinya Jangan Cepat Stres

Gempa 4,1 Magnitudo Guncang Bukittinggi Pagi Ini

Next Post
3 Rekomendasi Eksfoliasi Wajah Terbaik, Kulit Cerah dan Bersih Maksimal

3 Rekomendasi Produk Eksfoliasi Wajah Terbaik, Kulit Cerah dan Bersih Maksimal

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.