BERTUAHPOS — Usaha kuliner lokal Nagih Kuliner Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Krakatau, Kelurahan Tangkerang Timur, kini menjelma menjadi salah satu tempat makan favorit di kalangan warga kota.
Dibangun dari nol oleh Mita, usaha ini berawal dari penjualan salad buah secara daring pada tahun 2019 dan kini berkembang menjadi kafe kekinian dengan beragam menu menggoda.
Perjalanan Mita sebagai pelaku UMKM tidak selalu mulus. Setelah sempat membuka gerai offline di Jalan Bukit Barisan, usahanya harus terhenti akibat pandemi COVID-19.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Pada 2022, ia kembali bangkit dan membuka kembali usahanya di depan rumah, yang kemudian menjadi titik balik kesuksesan Nagih Kuliner.
“Awalnya kami hanya jual salad buah, sekarang sudah banyak menu lain yang bisa dinikmati pengunjung,” ujar Mita saat ditemui Bertuahpos, Rabu, 23 April 2025.
Kini, Nagih Kuliner menawarkan aneka sajian kekinian, mulai dari Mie Pedas, Ayam Penyet, hingga Spesial Grill, dengan harga yang ramah di kantong, berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000.
Menu-menunya banyak digemari, terutama oleh pelajar dan karyawan yang menjadi target utama usahanya.
Tak hanya makanan, kafe ini juga menyediakan berbagai minuman segar, dari kopi hingga non-kopi, yang cocok disantap di berbagai suasana. Kombinasi menu yang beragam dan suasana santai menjadikan tempat ini sebagai destinasi kuliner yang terus ramai pengunjung.
Meski sempat dihadapkan pada tantangan lonjakan harga bahan pokok pasca Lebaran, Mita tetap konsisten menjaga harga agar tetap terjangkau. “Banyak pelanggan kami dari kalangan pelajar dan karyawan bergaji tetap, jadi kami tidak menaikkan harga,” jelasnya.
Kini, Nagih Kuliner telah mempekerjakan 11 orang karyawan dan terus berkembang. Dalam memasarkan usahanya, Mita aktif menggandeng influencer lokal dan memanfaatkan layanan pesan-antar seperti Gojek, Grab, dan Shopee Food untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
Ke depan, Mita berharap dapat mengembangkan usahanya lebih besar lagi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Ia pun memberi pesan bagi pelaku UMKM lainnya agar terus bersemangat. “Jangan pernah putus asa. Semua butuh proses,” tuturnya.***
(Habibie)









