BERTUAHPOS.COM — PSPS Pekanbaru mengusulkan kerja sama pengelolaan Stadion Kaharuddin Nasution selama 5 tahun. Skema ini dinilai mampu meringankan beban pemerintah daerah, terutama untuk biaya perawatan.
Hal ini disampaikan oleh Chairman PSPS Pekanbaru I Gade Widiade, saat audiensi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Senin, 6 Juli 2026.
“Kami siap menindaklanjuti keinginan mengelola stadion dengan skema yang lebih pasti selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selama ini, kehadiran Stadion Kaharuddin Nasution sebagai salah satu aset daerah tentu menjadi beban rutin dalam hal perawatan aset, tanpa menghasilkan pendapatan signifikan bagi kas provinsi.
Lewat kerja sama ini, I Gede menyebut beban fiskal itu tidak hanya meringankan Pemprov Riau, tapi akan menjadi sumber pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi fasilitas olahraga.
Dia menyebut, kondisi stadion tersebut kini cukup memprihatinkan. Upaya perbaikan bahkan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga standar kelayakan arena olahraga itu.
I Gade Widiade menyebut, skema kerja sama yang ditawarkan akan menguntungkan kedua belah pihak (Pemprov Riau dan PSPS Pekanbaru).
“Skema yang kami tawarkan adalah win-win solution sehingga Pemerintah Provinsi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya perawatan stadion,” terangnya.
Dia meyakini kerja sama ini tidak akan membebankan anggaran daerah, justru daerah akan menikmati skema bagi hasil dari setiap lembar tiket yang terjual dalam laga kandang.
Konsep ini menempatkan provinsi sebagai mitra pasif yang tetap memperoleh dividen tanpa harus turun tangan dalam operasional teknis harian yang rumit.
Lebih lanjut I Gede memproyeksikan, dengan kepastian kontrak kerja sama 5 tahun, PSPS mampu merancang pengembangan fasilitas secara lebih matang, mulai dari pembenahan tribun hingga komersialisasi area komersial.
“Pemerintah justru akan mendapatkan pendapatan dari kami melalui pembagian persentase hasil tiket penonton,” kata I Gade Widiade.









