BERTUAHPOS.COM — Keputusan FIFA membatalkan sanksi terhadap pemain Timnas AS Folarin Balogun, memicu kritik keras. Kebijakan ini memunculkan perdebatan soal konsistensi aturan dan disiplin.
Pelatih Timnas Belgia Rudi Garcia, langsung mengecam keputusan kontroversial tersebut. “Ini seperti lelucon April Mop,” ujarnya dikutip dari Bloomberg News, Senin, 6 Juli 2026.
FIFA mendasarkan pencabutan sanksi itu pada Pasal 27 Kode Disiplin yang memungkinkan penangguhan hukuman. Balogun akan menjalani masa percobaan 1 tahun dan tetap bisa bermain selama tidak mengulangi pelanggaran serupa.
Ini menjadi kali pertama sejak 1962 seorang pemain diizinkan tampil di Piala Dunia meski seharusnya diskors akibat kartu merah. Pasal yang sama juga pernah digunakan untuk menangguhkan sanksi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia tahun ini.
Laporan Wall Street Journal menyebut pemerintahan Trump aktif berupaya membatalkan kartu merah Balogun, segera setelah insiden pekan lalu. Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Andrew Giuliani merekrut pengacara untuk menggugat sanksi tersebut.
Kritik tak kalah pedas datang dari pelatih Norwegia Stale Solbakken. “Ini adalah kesalahan besar FIFA,” tegasnya dalam wawancara dengan ESPN.
Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) secara resmi melayangkan protes karena menilai aturan disiplin Piala Dunia 2026 telah dilanggar. Federasi tersebut mengaku terkejut Balogun dinyatakan memenuhi syarat bertanding pada laga Selasa, 7 Juli 2026, nanti.
Dalam pernyataan di Instagram, RBFA mengungkapkan keterkejutannya. “RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat yang sedang menjalani skorsing, Folarin Balogun, memenuhi syarat untuk bermain,” tulisnya.









