BERTUAHPOS.COM — Film biopic film Michael Jackson bertajuk “Michael” menyimpan drama produksi yang tak kalah pelik dari kisah hidup sang Raja Pop. Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King menerima tambahan bayaran total 25 juta dolar AS atau sekitar Rp432 miliar setelah seluruh adegan terkait tuduhan pelecehan seksual terpaksa dihapus dari versi final.
Fuqua awalnya dijadwalkan menerima honorarium 10 juta dolar AS, sementara King 6 juta dolar AS. Angka itu membengkak drastis setelah keduanya harus menunda sejumlah proyek lain akibat jadwal syuting ulang yang mendadak dan tidak terduga.
“Graham King telah mengerjakan film Michael selama tujuh tahun. Karena film tersebut perlu kembali diproduksi dan anggaran baru dikembangkan, King dan Antoine Fuqua harus menunda proyek dan komitmen lainnya. Ini adalah bagian dari anggaran yang baru dibentuk dan merupakan uang muka terhadap film tersebut,” ujar juru bicara King.
Akar masalahnya bermula dari kasus 1993, saat Jackson dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Jordan Chandler yang berusia 13 tahun. Penyelesaian gugatan perdata kala itu menyertakan klausul yang melarang keluarga Chandler disebutkan atau didramatisasi dalam bentuk film apa pun.
Tim hukum ahli waris Jackson baru menyadari dampak klausul tersebut setelah sejumlah adegan penting selesai difilmkan. Naskah asli sebenarnya mencakup momen Michael menatap cermin dengan lampu polisi berkedip di belakangnya, serta penggeledahan Neverland Ranch oleh penyelidik pada 1993.
Semua adegan itu akhirnya dibuang total dari versi tayang. Film yang resmi dirilis pada 24 April 2026 ini lebih berfokus pada perjalanan Jackson menuju ketenaran global, mulai dari era Jackson 5 hingga menjelang perilisan album “Bad” pada 1988.
Satu-satunya unsur kekerasan yang tersisa dalam film adalah perlakuan kasar sang ayah, Joe Jackson, terhadap anak-anaknya. Pihak Lionsgate mengisyaratkan peluang sekuel dengan menampilkan kartu judul bertuliskan “His Story Continues” di penghujung film.
Chairman Lionsgate Motion Picture Group, Adam Fogelson, menyatakan mendukung jika sutradara Fuqua dan penulis John Logan memutuskan mengangkat isu pelecehan di sekuel mendatang. Meski menuai perdebatan, “Michael” tetap mencatat performa komersial impresif dengan pendapatan lebih dari 100 juta dolar AS di seluruh dunia hanya dalam sepekan penayangan perdana.
“Dari perspektif saya, penting untuk mencoba memberikan pemahaman yang autentik kepada penonton tentang siapa Michael Jackson sebenarnya. Jadi saya pikir hal itu bisa dilakukan dengan atau tanpa beberapa bagian di babak ketiga yang terpaksa dibuang.”









