Waduh, Nyaris Seluruh RS di Pekanbaru Belum Mengelola Limbah dengan Baik

Senin, 25 Agustus 2014 16:49
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Hingga saat ini, nyaris hampir semua Rumah Sakit (RS) dan Rumah Bersalin belum melakukan pengelolaan limbah dengan baik. Padahal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru sudah melakasanakan sosialisasi dari tahun 2012 ke seluruh Rumah sakit, Rumah Bersalin dan jasa – jasa kesehatan yang ada di Pekanbaru tentang  pengelolaan lingkungan. 
 
“Sebagian besar Rumah Sakit memang sudah punya Intalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) tetapi belum bekerja sacara optimal,” ujara Kepala BLH Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pencemaran BLH Pekanbaru Jasmiati kepada BertuahPos.com diruang kerjanya, Senin (25/8/2014).
 
Dijelaskannya, untuk saat ini sudah ada program dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pusat dengan nama program penilaian kinerja Perusahaan (proper) bekerjasama dengan BLH Provinsi dan Kota. Dan ternyata di Pekanbaru baru  ada tiga RS yang masuk ke  Proper yakni Eka Hospital, Awal Bros dan Santa Maria.
 
“Dngan adanya Proper ini nantinya kita akan lakukan pengecekkan ke Setiap Rumah Sakit termsuk Rumah Bersalin untuk pengecekkan apakah RS tersebut sudah lakukan pengelolan IPAL, dan kita lihat juga perizinan apakah sudah punya Upaya Pengelolaan Lingkunga (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal),” ungkapnya.
 
Jadi, lanjutnya, bagi yang melanggar atau belum memilki izin nantinya kami dari pihak BLH akan beri surat peringatan.
 
Menurut WHO, beberapa jenis limbah rumah sakit dapat membawa risiko yang lebih besar terhadap kesehatan, yaitu limbah infeksius (15% s/d 25%) dari jumlah limbah rumah sakit. Diantara limbah¬limbah ini adalah limbah benda tajam (1%), limbah bagian tubuh (1%), limbah obat-obatan dan kimiawi (3%), limbah radioaktif dan racun atau termometer rusak (< 1%). 
 
Pada dasarnya limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah rumah sakit dapat berbentuk padat, cair, dan gas yang dihasilkan dari kegiatan diagnosis pasien, pencegahan penyakit, perawatan, penelitian, imunisasi terhadap manusia dan laboratorium yang mana dapat dibedakan antara limbah medis maupun non medis yang merupakan sumber bahaya bagi kesehatan manusia maupun penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.(yogi)