• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengamat Politik Soroti Kerentanan Pertahanan Modern Lewat Studi Kasus Penculikan Presiden Venezuela

Indonesia sangat mungkin menjadi sasaran tekanan global jika dianggap mengganggu kepentingan pihak tertentu. Karena itu, kedaulatan teknologi harus berjalan seiring dengan kedaulatan diplomasi.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Januari 2026
Pengamat Politik Soroti Kerentanan Pertahanan Modern Lewat Studi Kasus Penculikan Presiden Venezuela

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro | Foto: CNN / Federico Parra / AFP / Getty Images.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pengamat sekaligus Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, menyampaikan analisanya mengenai dinamika keamanan global dan potensi ancaman operasi militer modern yang memadukan kekuatan udara, elektronik, siber, dan instrumen hukum internasional, lewat studi kasus ‘penculikan’ Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

“Ini sebagai bentuk kewaspadaan bagi semua negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya lewat pesan tertulis sebagaimana dikutip Bertuahpos, Rabu, 7 Januari 2025

Dr. Efatha menilai bahwa operasi militer terintegrasi berskala besar yang melibatkan ratusan pesawat tempur, sistem peperangan elektronik, pesawat pengintai, hingga helikopter pasukan khusus, menggambarkan bahwa operasi ini mampu melumpuhkan radar pertahanan, memutus kendali militer, hingga membuka ruang masuk bagi pasukan darat untuk melancarkan misi khusus.

Menurutnya, salah satu instrumen paling berbahaya dalam operasi modern bukan hanya aspek militer konvensional, tetapi juga kekuatan peperangan elektronik. Teknologi jamming dan pengacau sinyal disebut mampu membutakan sistem radar pertahanan negara kacau dalam hitungan detik sehingga membuat sistem keamanan lumpuh.

Dia juga memandang bahwa peran kecerdasan buatan (AI) dalam strategi geopolitik kontemporer, kini dimanfaatkan sebagai senjata finansial yang mampu melacak aliran transaksi global, memblokir pembiayaan strategis, hingga memutus rantai logistik ekonomi suatu negara. “Instrumen ini mampu melemahkan stabilitas negara sasaran tanpa kontak senjata langsung,” ujarnya.

Selain itu, fenomena lawfare atau penggunaan instrumen hukum internasional sebagai alat tekanan geopolitik juga perlu menjadi perhatian penting. Dalam konsep ini, penegakan hukum dikemas sebagai legitimasi untuk melakukan intervensi lintas batas negara. Ini menjadi praktik yang berpotensi menggeser konsep kedaulatan klasik dalam sistem Westphalia.

Dalam perspektif geopolitik, ia menilai operasi seperti ini dapat berdampak luas bagi kepentingan negara besar seperti Rusia dan China apabila sekutu strategisnya mengalami tekanan kuat. “Efek berantai terhadap investasi energi, stabilitas militer, dan kalkulasi pengaruh kawasan juga dinilai sangat mungkin terjadi,” jelasnya.

Dr. Efatha kemudian menarik kesimpulan reflektif untuk Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus meningkatkan kesiapan teknologi pertahanan, memperkuat sistem radar, keamanan siber, ketahanan perbankan, serta penguasaan infrastruktur data agar tidak bergantung sepenuhnya pada sistem global yang dikendalikan pihak lain.

Sebagai negara kaya sumber daya alam, Indonesia sangat mungkin menjadi sasaran tekanan global jika dianggap mengganggu kepentingan pihak tertentu. Karena itu, kedaulatan teknologi harus berjalan seiring dengan kedaulatan diplomasi.

“Kedaulatan di era modern tidak hanya diukur dari kekuatan militer darat, laut, dan udara, tetapi juga dari kemampuan menguasai teknologi digital, pertahanan siber, dan infrastruktur keuangan internasional. Tanpa itu, negara akan rentan,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Dr. Efatha, bahwa dunia memasuki babak baru keamanan global. Oleh sebab itu penting kesiapsiagaan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan tetap berdiri sebagai pemain kuat dalam percaturan geopolitik internasional.***

Tags: AnalisaInternasional
Share8Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh
Internasional

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

...

Read moreDetails
Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Next Post
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 8 Januari 2026, Per Gram Galeri24 Hampir Sentuh Rp2,6 Juta

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 8 Januari 2026, Per Gram Galeri24 Hampir Sentuh Rp2,6 Juta

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.