APA yang menjadi tanda-tanda haji mabrur setelah mereka pulang dari tanah suci? Para jemaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air usai menunaikan salah satu rukun Islam kelima.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi menjadi momen pembuktian keimanan dan ketakwaan seorang muslim,” ujar Ustaz Ramli dalam khutbah jumatnya.
Haji adalah ibadah yang difardhukan Allah bagi yang mampu. Maka kita doakan agar semua jemaah menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. Menurut Ustaz Ramli, terdapat tanda-tanda yang bisa terlihat secara kasat mata apakah seseorang mendapatkan haji mabrur atau justru sebaliknya.
“Tanda seseorang meraih haji mabrur bisa dilihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali dari Tanah Suci. Saat berangkat mungkin biasa-biasa saja, tapi ketika pulang, cara beribadahnya lebih khusyuk, lisannya lebih dijaga, dan amal perbuatannya semakin baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahun ini ibadah haji bertepatan dengan hari Jumat, yang oleh sebagian ulama disebut sebagai Haji Akbar, karena memiliki keutamaan dan pahala yang berlipat ganda. Momentum ini, kata Ustaz Ramli, seharusnya dijadikan semangat untuk mempertahankan kemabruran haji sepanjang hidup.
Namun, ia juga mengingatkan adanya kemungkinan seseorang menunaikan ibadah haji tetapi ditolak oleh Allah.
“Ini yang mengkhawatirkan. Haji yang ditolak biasanya tidak membawa perubahan apapun. Ia tetap melakukan dosa seperti sebelumnya, tidak ada peningkatan dalam ibadah maupun akhlaknya. Bahkan mungkin harta yang digunakan saat berangkat tidak halal,” terangnya.
Oleh sebab itu, Ustaz Ramli mengajak umat Islam untuk menjadikan ibadah haji sebagai titik balik perubahan hidup menuju kebaikan yang berkelanjutan.
“Kita berdoa agar Allah membuka pintu hati kita untuk terus bertobat dan memperkuat iman serta takwa kepada-Nya. Jangan sampai haji menjadi hanya formalitas, tanpa makna,” tutupnya.***
Simak berita lainnya tentang Islampedia









