Kebangkitan manusia dari kubur menjadi salah satu peristiwa besar yang wajib diyakini setiap muslim sebagai bagian dari rukun iman. Dalam kajian Islam, peristiwa ini sekaligus menjadi bukti nyata kekuasaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta, termasuk kehidupan setelah kematian.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ تَقُوْمَ السَّمَآءُ وَا لْاَ رْضُ بِاَ مْرِهٖ ۗ ثُمَّ اِذَا دَعَا كُمْ دَعْوَةً ۖ مِّنَ الْاَ رْضِ ۖ اِذَاۤ اَنْـتُمْ تَخْرُجُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 25).
Ayat ini menjelaskan bahwa keberadaan langit dan bumi selama ini semata-mata bertahan karena kehendak Allah, bukan karena kekuatannya sendiri. Sama halnya dengan kehidupan dunia, keduanya pun akan berakhir sesuai ketetapan yang telah digariskan Allah sejak awal.
Bagian selanjutnya dari ayat ini menegaskan bahwa manusia yang telah lama terkubur akan dibangkitkan kembali hanya dengan satu panggilan dari Allah. Proses kebangkitan tersebut berlangsung seketika, tanpa memerlukan waktu lama sebagaimana proses penciptaan di dunia.
Janji tentang kebangkitan ini bukan sekadar wacana, melainkan ketetapan yang berulang kali ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Keyakinan terhadap peristiwa ini menjadi pembeda penting antara orang yang beriman dengan mereka yang mengingkari hari akhir.
Peristiwa kebangkitan sekaligus menjadi momen di mana kekuasaan Allah atas alam semesta diperlihatkan secara nyata kepada seluruh makhluk. Tidak ada satu pun kekuatan di dunia yang mampu menandingi kebesaran-Nya pada hari tersebut.
Gambaran dahsyatnya hari itu turut dijelaskan Rasulullah ﷺ melalui sebuah hadis. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman: ‘Akulah Raja! Di manakah raja-raja bumi?'” (HR. Muslim 2798)
Hadis tersebut memperkuat gambaran betapa kecilnya kekuasaan manusia dibandingkan kebesaran Allah yang sesungguhnya. Segala jabatan dan kedudukan yang dahulu dibanggakan di dunia tidak akan lagi memiliki arti ketika bumi digenggam dan langit dilipat begitu saja.
Meyakini kebangkitan dari kubur semestinya menjadi pengingat penting agar manusia senantiasa mempersiapkan bekal amal selama hidup di dunia. Sebab, setiap orang pada akhirnya akan dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang pernah dilakukannya.









