Kekuasaan mutlak Allah atas langit dan bumi menjadi salah satu pokok akidah yang wajib diyakini setiap muslim tanpa keraguan. Dalam kajian Islam, penegasan ini mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu di alam semesta sejatinya tunduk sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
“Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 26).
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh isi langit dan bumi, tanpa terkecuali, merupakan milik Allah sepenuhnya. Ketundukan tersebut berlaku mutlak, bahkan bagi makhluk yang di dunia tampak memiliki kekuatan maupun kekuasaan besar sekalipun.
Pada hari kiamat kelak, kekuasaan mutlak Allah akan diperlihatkan secara nyata melalui peristiwa yang menggetarkan hati. Bumi akan digenggam dan langit akan dilipat sebagai bukti bahwa tidak ada satu pun kekuatan yang sanggup menandingi kebesaran-Nya.
Para penguasa dunia yang dahulu merasa memiliki pengaruh besar pun akan lenyap tanpa daya di hadapan-Nya. Segala jabatan, harta, dan kekuasaan yang pernah dibanggakan tidak akan lagi berarti apa-apa ketika hari perhitungan itu tiba.
Selama hidup di dunia, makhluk memang tampak memiliki kehendak dan pilihan atas tindakannya sendiri. Namun pada hakikatnya, seluruh kehendak tersebut tetap berada dalam koridor ketundukan kepada Allah, baik dilakukan secara sukarela maupun terpaksa.
Kelak di akhirat, setiap makhluk akan menyaksikan sendiri kekuasaan Allah yang benar-benar mutlak tanpa ada celah untuk mengelak. Tidak ada lagi tempat bersembunyi maupun alasan yang bisa diajukan di hadapan keadilan-Nya.
Gambaran dahsyatnya peristiwa tersebut tergambar jelas dalam sebuah hadis Rasulullah ﷺ. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah akan menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, lalu Dia berfirman: Akulah Raja, di manakah para raja bumi?” (HR. Al-Bukhari no. 4812, Muslim no. 2787)
Hadis tersebut menegaskan betapa kecilnya kekuasaan manusia dibandingkan keagungan Allah yang sesungguhnya. Kesadaran akan hal ini semestinya mendorong setiap muslim untuk senantiasa rendah hati dan tidak pernah lupa diri atas segala capaian duniawi yang bersifat sementara.









