• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal Sertifikat Halal, LPPOM MUI Riau: Harus Dilakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Romi J. by Romi J.
7 Oktober 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – MUI harus memeriksa secara keseluruhan, mulai dari bahan, cara pembuatan, dan alat yang digunakan sebelum menerbitkan sertifikat halal untuk suatu produk.

Pengujian ini bisa dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

“Nantinya, auditor dari LPPOM MUI akan datang dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, baik itu bahan, cara pembuatan, kebersihan, dan sebagainya. Jika lolos pengujian, baru dikeluarkan sertifikat halalnya,” ujar Direktur LPPOM MUI Riau, Sofia Anita saat berbincang dengan bertuahpos.com beberapa waktu lalu.

Karena itu, bunyi pasal di Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, terutama soal sertifikasi halal diprotes LPPON MUI.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim mengkritisi pasal 35A UU Ciptaker yang berbunyi:

(1) Apabila LPH tidak dapat memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan dalam proses sertifikasi halal maka LPH tersebut akan dievaluasi dan/atau dikenai sanksi administrasi.

(2) Apabila MUI tidak dapat memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan dalam proses memberikan/menetapkan fatwa, maka BPJPH dapat langsung menerbitkan sertifikasi halal.

Menurut Lukman, MUI diberikan waktu tiga hari untuk memberikan fatwa halal. Namun, menurut dia, ada kasus dimana MUI harus melakukan penelitian lebih dari tiga hari untuk memastikan kehalalan suatu produk.

Menurut Lukman, jika dalam tiga hari MUI belum mengeluarkan fatwa halal, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bisa langsung mengeluarkan sertifikasi halal, maka bisa menghilangkan esensi halal.

“Kita menyayangkan dan prihatin dengan UU Omnibus Law, karena keluar dari substansi halalnya. Esensi halalnya jadi ambyar,” ujar Lukman.

Lukman juga mengkritisi pasal 42 ayat 3, yang menyebutkan jika pelaku usaha bisa langsung mendapatkan perpanjangan sertifikasi halal, hanya dengan mencamtumkan pernyataan memenuhi proses produksi halal dan tidak mengubah komposisi.

Pasal 42 ayat 3 tersebut berbunyi:

“Apabila dalam pengajuan perpanjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pelaku Usaha mencantumkan pernyataan memenuhi proses produksi halal dan tidak mengubah komposisi, BPJPH dapat langsung menerbitkan perpanjangan sertifikasi halal.”

“Jika tanpa tahapan penetapan hukum atau isbat, itu namanya tahakum (membuat-buat hukum). Bagaimana kita tahu perusahaan tidak mengubah komposisi produknya,” tambah Lukman. (bpc4)

Tags: Halal MUISertikat halalUU Ciptaker
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sekdaprov Riau Yan Prana (Foto: Istimewa)
Lingkungan

Riau Masih Tunggu Petunjuk Teknis Soal Revisi Perda RTRW Riau

...

Read moreDetails
Istana Negara Jakarta - (Foto: Net)

Istana Akui Ada Kekeliruan UU Cipta Kerja yang Diteken Jokowi

UU Cipta Kerja

Men-LKH: UU Cipta Kerja Penting Landasan Capai Aspirasi Indonesia

UU Cipta Kerja

MK Hanya Punya 2 Pilihan, Menolak atau Melegalkan UU Cipta Kerja, Publik ‘Menunggu Kejujuran’

UU Cipta Kerja

Asing Juga Ikut Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law)

‘DPR Ku Tak Semulus Anya Geraldine’, Ini Quote Nyeleneh di Aksi Ribuan Mahasiswa di Pekanbaru

Next Post
Dokter Indra Yopi

Innalillahi, Dokter Indra Yovi: Sisca Itu Perawat Berdedikasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.