BERTUAHPOS — Menjelang perayaan Iduladha 2025, sejumlah peternak sapi di Kota Pekanbaru mengeluhkan menurunnya permintaan sapi untuk hewan kurban. Salah satunya adalah Hermawanto, seorang peternak yang sudah lebih dari satu dekade beternak sapi di Jalan Kadiran. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi penurunan jumlah pembelian hewan kurban dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, pelanggan tetap Hermawanto membeli hingga 10 ekor sapi menjelang Idul Adha. Namun tahun ini, hanya 6 ekor yang dipesan. “Tahun-tahun sebelumnya saya bisa jual sampai 10 ekor ke langganan tetap, tapi sekarang baru 6 ekor saja yang laku. Padahal Idul Adha tinggal beberapa hari lagi,” ujar Hermawanto saat ditemui Bertuahpos pada Rabu, 29 Mei 2025.
Hermawanto mematok harga sapi yang layak dijadikan hewan kurban sebesar Rp18 juta per ekor. Harga ini menurutnya sudah menyesuaikan dengan kualitas dan bobot sapi, serta biaya perawatan yang terus meningkat. “Harga Rp18 juta itu sudah sesuai standar. Sapi saya sehat, sudah memenuhi syarat kurban. Tapi entah kenapa pembeli tahun ini agak sepi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tren penurunan permintaan hewan kurban mulai terasa sejak tahun lalu. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan meningkatnya kebutuhan pokok sehari-hari membuat masyarakat lebih selektif dalam mengeluarkan dana untuk berkurban.
Tak hanya dari pelanggan tetap, Hermawanto juga mencatat bahwa minat masyarakat umum untuk membeli sapi kurban secara individu juga cenderung menurun. Banyak yang memilih berkurban secara kolektif atau patungan, terutama untuk pembelian sapi yang berharga lebih tinggi. “Sekarang banyak yang iuran, patungan beli sapi. Jadi jarang yang beli satu ekor utuh,” jelasnya.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak. Selain harus menjaga kesehatan dan kualitas sapi, mereka juga harus mencari strategi pemasaran baru agar tetap bisa menjual hewan kurban menjelang Idul Adha. Hermawanto sendiri mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sapinya kepada calon pembeli.
Meskipun demikian, ia tetap optimistis bahwa penjualan sapi akan meningkat mendekati hari H Idul Adha. “Biasanya pembeli ramai di minggu terakhir sebelum Idul Adha. Saya masih berharap di hari-hari akhir nanti bisa jual semua sapi yang ada di kandang,” ujarnya dengan nada harap.
Hermawanto juga berharap pemerintah daerah bisa lebih aktif membantu peternak lokal, baik melalui promosi maupun bantuan subsidi pakan dan vaksin hewan. Menurutnya, dukungan dari pemerintah sangat penting agar peternak tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang lesu.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju Idul Adha 2025, para peternak seperti Hermawanto berharap adanya peningkatan minat masyarakat dalam berkurban, tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.***









