• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kemenag Tuding Gus Miftah Gagal Paham soal Panduan Pengeras Suara Masjid dan Musala

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Maret 2024
Gus Miftah

Penceramah, Gus Miftah

113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Sebagai penceramah, Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) tak asal bunyi (Asbun) menanggapi edaran Kemenag RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1445 H/2024.

“Gus Miftah tampak asbun dan gagal paham tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan Musala,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dikutip dari laman Kemenag.

“Karena asbun dan tidak paham, apa yang disampaikan juga serampangan, tidak tepat,” katanya.

Beberapa hari lalu, Gus Miftah berbicara soal larangan menggunakan pengeras suara saat tadarus Al-Quran di Bulan Ramadan, sebagaimana dilihat dari video yang beredar.

Gus Miftah menghidupkan suasana dalam ceramahnya dengan membandingkan penggunaan speaker seperti suasana dangdutan yang tak terlarang, bahkan berlangsung hingga jam 1 pagi.

“Sebagai penceramah, biar tidak asbun dan provokatif, baiknya Gus Miftah pahami dulu edarannya. Kalau nggak paham juga, bisa nanya agar mendapat penjelasan yang tepat. Apalagi membandingkannya dengan dangdutan, itu jelas tidak tepat dan salah kaprah,” sambung Anna Hasbie.

Menurut Anna Hasbie, Kementerian Agama pada 18 Februari 2022 merilis Surat Edaran Nomor SE. 05 Tahun 2022. Dokumen ini berisi pedoman tentang penggunaan pengeras suara di masjid dan musala, dengan tujuan menciptakan ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama dalam menyebarkan syiar di tengah masyarakat yang beragam, termasuk dalam aspek agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya.

Edaran ini mengatur tentang penggunaan pengeras suara dalam dan pengeras suara luar. Salah satu poin edaran tersebut mengatur agar penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan, baik dalam pelaksanaan salat tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara dalam.

“Edaran ini tidak melarang menggunakan pengeras suara. Silakan tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara untuk jalannya syiar. Untuk kenyamanan bersama, pengeras suara yang digunakan cukup menggunakan speaker dalam,” kata Anna Hasbie.

“Ini juga bukan edaran baru, sudah ada sejak 1978 dalam bentuk Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Kep/D/101/1978. Di situ juga diatur bahwa saat Ramadan, siang dan malam hari, bacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara ke dalam,” sambungnya.

Anna menambahkan, edaran ini dibuat tidak untuk membatasi syiar Ramadan. Giat tadarus, tarawih, dan qiyamul-lail selama Ramadan sangat dianjurkan. Penggunaan pengeras suaranya saja yang diatur, justru agar suasana Ramadan menjadi lebih syahdu.

“Kalau suaranya terlalu keras, apalagi antar masjid saling berdekatan, suaranya justru saling bertabrakan dan menjadi kurang syahdu. Kalau diatur, insya Allah menjadi lebih syahdu, lebih enak didengar, dan jika sifatnya ceramah atau kajian juga lebih mudah dipahami,” tutup Anna.***

 

Sumber: RMOL.id

Tags: gus miftahKemenagmasjidpengeras suararamadan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kemenag Perketat Penggunaan Gawai Sekolah, Ini Respon KPAI
Nasional

Kemenag Perketat Penggunaan Gawai Sekolah, Ini Respon KPAI

...

Read moreDetails
Akhlak Tidak Muncul Seketika, Harus Dibentuk Lewat Kebiasaan dan Keteladanan

Akhlak Tidak Muncul Seketika, Harus Dibentuk Lewat Kebiasaan dan Keteladanan

BBPOM Pekanbaru Uji 15 Sampel Takjil di Pasar Ramadan, Apa Hasilnya?

BBPOM Pekanbaru Uji 15 Sampel Takjil di Pasar Ramadan, Apa Hasilnya?

UEA Kirim 30 Ton Kurma Premium untuk Ramadan di Indonesia

UEA Kirim 30 Ton Kurma Premium untuk Ramadan di Indonesia

Safari Ramadan: Warga Dumai Minta Perluasan Masjid dan Perbaikan Jalan ke Plt Gubri

Safari Ramadan: Warga Dumai Minta Perluasan Masjid dan Perbaikan Jalan ke Plt Gubri

Penghasilan Hotel Aryaduta Capai Rp32 Miliar, PAD untuk Riau Hanya Rp200 Juta/tahun, Plt Gubri: Sedih Rasanya

Pemprov Riau Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Ramadan, Plt Gubri: Pokoknya Jangan Panik

Next Post
harga lauk pauk

Sejumlah Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru Kebingungan Harga Lauk Pauk Naik Drastis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.