BERTUAHPOS — Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton kurma premium kepada masyarakat Indonesia dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan kedua negara.
“Bantuan ini bukan sekadar kurma, tetapi simbol persaudaraan yang sangat hangat antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kita merasakan betul bahwa hubungan kedua negara ini dibangun di atas nilai kemanusiaan, solidaritas, dan toleransi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat empati sosial dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, bantuan kurma tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Nasaruddin, distribusi akan difokuskan kepada kelompok penerima manfaat atau mustahik melalui jaringan Kementerian Agama serta mitra yang bekerja sama dengan pemerintah.
“Ramadan adalah bulan berbagi. Semoga hadiah ini membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan persahabatan kedua bangsa,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan niat tulus pemerintah UEA kepada masyarakat Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Hadiah ini yang terdiri dari 30 ton kurma premium diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Emirates International Aid Agency. Ini adalah ekspresi niat baik, solidaritas, dan persaudaraan kepada rakyat Republik Indonesia pada bulan Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang identik dengan nilai kasih sayang, solidaritas, dan kemurahan hati. Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Emirat maupun Indonesia.
Inisiatif bantuan tersebut juga mencerminkan pendekatan kemanusiaan jangka panjang UEA dalam kebijakan luar negerinya. Program kemanusiaan menjadi salah satu prioritas yang dijalankan di bawah arahan Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Menurut Abdulla, pemerintah UEA meyakini bahwa membantu masyarakat di berbagai negara bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga fondasi penting dalam membangun kemitraan global serta memperkuat persaudaraan umat manusia.
Ia juga menyoroti hubungan bilateral Indonesia dan UEA yang terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga kerja sama kemanusiaan.
“Hadiah Ramadan ini menjadi bukti kedalaman hubungan persaudaraan kita dan komitmen bersama untuk mempromosikan toleransi, hidup berdampingan, dan kemurahan hati,” katanya.
Sebagai informasi, bantuan 30 ton kurma premium tersebut tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin, 23 Februari 2026. Setelah tiba di Tanah Air, bantuan tersebut langsung ditinjau oleh Kepala Biro Umum Kemenag, Aceng Abdul Aziz.***









