• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Masih Berpotensi?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Juni 2025
Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Masih Berpotensi

Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Masih Berpotensi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Tingkat kerentanan terhadap kekerasan seksual di lingkungan pesantren terbilang rendah, namun masih berpotensi terjadi.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dirilis oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bertajuk; Pesantren Ramah Anak.

Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta, Dr. Didin Syafruddin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penelitian berbasis data untuk mendukung transformasi kelembagaan pesantren.

Ia menyampaikan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan besar dalam membentuk karakter dan melindungi tumbuh kembang anak.

“Pesantren harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi santri. Perlindungan terhadap anak merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai Islam,” ujar Didin.

Plh. Direktur Pesantren Kemenag sekaligus Ketua Satgas PRA, Yusi Damayanti, menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Ia menyoroti pentingnya sinergi antara prinsip perlindungan anak dengan tata kelola pesantren berbasis kitab kuning.

Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pesantren menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan berbasis bukti yang sesuai konteks dan menjawab tantangan zaman.

“Pesantren yang terbuka terhadap pendekatan ilmiah adalah modal penting dalam membangun lingkungan yang ramah anak,” ucap Yusi.

Riset ini digawangi oleh Dr. Windy Triana dan Dr. Haula Noor dari PPIM UIN Jakarta, dengan cakupan 90 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Sebanyak 1.738 responden berpartisipasi dalam survei kuantitatif, sementara 170 informan terlibat dalam penelitian kualitatif.

Mengacu pada prinsip do no harm dan etika penelitian, riset ini berhasil menggambarkan kondisi nyata perlindungan anak di pesantren, termasuk tantangan, potensi, dan praktik baik yang berkembang.

Temuan penting dari penelitian ini adalah masih perlunya penguatan pemahaman isu kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi di kalangan santri, pengasuh, dan pengelola pesantren.

Peneliti juga merekomendasikan optimalisasi pengawasan ruang santri putra dan putri, termasuk melalui penataan ulang tata ruang, penempatan CCTV secara strategis, dan peningkatan fasilitas asrama.

Selain aspek fisik, riset juga menyoroti pentingnya fasilitas penyaluran emosi dan kreativitas bagi santri, seperti kegiatan seni dan olahraga. Fasilitas ini terbukti mendukung ketahanan psikologis santri dan mengurangi potensi perilaku destruktif.

Pesantren yang terbuka terhadap pihak luar dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan juga dinilai sebagai indikator kemajuan. Keterbukaan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pengasuhan yang sehat dan kolaboratif.

Sesi tanya jawab dalam diseminasi berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan apresiasi atas hasil riset yang dinilai aplikatif dan reflektif.

Banyak perwakilan pesantren menyatakan kesiapan untuk mengadopsi rekomendasi yang disampaikan demi perbaikan sistem pengasuhan dan tata kelola kelembagaan.

PPIM UIN Jakarta berharap hasil riset ini menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan nasional, pengembangan modul pelatihan, serta kurikulum pesantren yang lebih adaptif dan ramah anak.

Program Pesantren Ramah Anak bukan sekadar slogan, tetapi langkah konkret menuju pendidikan Islam yang lebih aman, adil, dan berperadaban.***

Tags: Islampedia
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post

Wabup Bagus Santoso: ‘Ilmu Itu Warisan, Bukan Sekadar Pajangan Ijazah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.