BERTUAHPOS.COM — Kajian Islam mengajarkan bahwa seorang muslim harus menjaga keseimbangan antara kelembutan akhlak dan keteguhan prinsip agama. Sikap ramah memang dianjurkan, tetapi tidak boleh mengorbankan akidah dan kebenaran yang telah ditetapkan Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَ
“Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak (dalam urusan agama) maka mereka bersikap lunak (pula).” (QS. Al-Qalam 68: Ayat 9)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang menentang kebenaran sering berharap agar seorang mukmin melonggarkan prinsip agamanya. Dengan begitu, mereka merasa lebih nyaman karena tidak lagi berhadapan dengan ketegasan dakwah Islam.
Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam menerapkan kelembutan kepada sesama manusia. Meski demikian, beliau tidak pernah berkompromi dalam urusan tauhid dan kebenaran yang berasal dari Allah SWT.
Keteguhan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kasih sayang tidak berarti mengaburkan batas antara yang benar dan yang salah. Beliau tetap menyampaikan risalah dengan hikmah tanpa mengurangi isi ajaran yang diperintahkan Allah.
Seorang muslim hendaknya lebih mengutamakan ridha Allah daripada ridha manusia. Sebab, tidak ada seorang pun yang mampu memberikan manfaat ataupun menolak mudarat tanpa izin-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Islam memperbolehkan umatnya bersikap toleran dan baik dalam urusan sosial. Namun, toleransi tidak berarti mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan yang bertentangan dengan syariat.
Akhlak yang mulia menjadi salah satu ciri utama seorang muslim. Akan tetapi, akhlak yang baik harus berjalan seiring dengan keteguhan akidah agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan lingkungan.
Musuh kebenaran sering menginginkan adanya kompromi agar dakwah kehilangan arah dan ketegasannya. Karena itu, umat Islam tidak boleh menggadaikan prinsip agama demi memperoleh ketenangan yang bersifat semu.
Keteladanan Rasulullah SAW dalam memilih kemudahan juga menunjukkan keseimbangan ajaran Islam. Kemudahan dapat diambil selama tidak mengandung dosa dan tidak melanggar ketentuan agama.
Dari Aisyah binti Abu Bakar: Rasulullah SAW tidak pernah diberi pilihan antara dua perkara melainkan beliau memilih yang paling mudah selama bukan dosa. Jika itu dosa, maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya. (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Kajian Islam ini mengingatkan bahwa kelembutan merupakan bagian dari akhlak yang harus dijaga oleh setiap muslim. Namun, dalam urusan akidah, tauhid, dan kebenaran agama, seorang mukmin wajib tetap teguh serta tidak tergoda untuk mengorbankan prinsip demi kepentingan duniawi.









