• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Tanggung Jawab Iman yang Tidak Bisa Diabaikan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Juni 2026
KAJIAN ISLAM: Tanggung Jawab Iman yang Tidak Bisa Diabaikan

Foto: Ilustrasi / Bertuahpos / Melba

Share on FacebookShare on Twitter

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَا رًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 6).

Perintah menjaga keluarga dari neraka bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban yang Allah tegaskan langsung kepada setiap orang beriman. Ayat ini menjadi pengingat keras bahwa tanggung jawab seorang Muslim tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi mencakup seluruh anggota keluarga yang berada dalam asuhannya.

Allah menggambarkan neraka dengan bahan bakar berupa manusia dan batu, dijaga oleh malaikat yang tidak mengenal belas kasihan dan tidak pernah mendurhakai perintah-Nya. Gambaran ini bukan untuk menakut-nakuti semata, melainkan untuk membangkitkan kesadaran bahwa ancaman akhirat itu nyata dan setiap kepala keluarga harus bergerak sebelum terlambat.

Rasulullah SAWmemperkuat pesan ini melalui sabdanya yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari nomor 7138 dan Shahih Muslim nomor 1829. Beliau bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” 

Hadis ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam keluarga bukan sekadar soal nafkah dan perlindungan fisik, tetapi juga pembinaan iman dan akhlak.

Orang tua mengemban posisi sebagai pendidik utama yang pengaruhnya jauh melampaui guru di sekolah maupun lingkungan sosial. Fondasi iman yang ditanamkan sejak dini akan menentukan arah hidup seorang anak jauh lebih kuat dibandingkan faktor manapun.

Keluarga yang dibangun di atas materi semata tanpa fondasi iman ibarat rumah tanpa tiang—tampak megah di luar, namun rapuh menghadapi guncangan. Islam mengajarkan bahwa kemakmuran duniawi harus berjalan seiring dengan kekayaan spiritual agar keluarga benar-benar selamat di dua kehidupan.

Dakwah dalam Islam dimulai dari lingkaran paling dekat, yakni diri sendiri kemudian keluarga, sebelum menyentuh masyarakat yang lebih luas. Seorang yang lantang berdakwah di luar namun mengabaikan pendidikan agama di rumahnya sendiri telah jatuh dalam kontradiksi yang sangat serius.

Disiplin ibadah perlu ditanamkan sejak anak-anak masih kecil, bukan menunggu mereka dewasa dan memilih sendiri. Kebiasaan salat, membaca Al-Qur’an, dan berakhlak mulia yang dibentuk sejak dini akan menjadi bekal yang sulit tergantikan di kemudian hari.

Mengabaikan pendidikan agama dalam keluarga adalah bentuk kelalaian yang dampaknya bisa dirasakan lintas generasi. Anak yang tumbuh tanpa bimbingan iman berpotensi membawa kehancuran bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keturunan yang lahir setelahnya.

Menjaga keluarga dari neraka bukan tugas yang bisa didelegasikan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan atau tokoh agama di luar rumah. Tanggung jawab itu melekat pada setiap orang tua dan pemimpin keluarga, serta akan dipertanyakan di hadapan Allah pada hari yang tidak ada satupun yang mampu melarikan diri.

Semoga setiap Muslim yang membaca ayat ini tergerak untuk memperkuat fondasi iman dalam keluarganya, bukan sekadar sibuk membangun kemewahan duniawi. Keluarga yang selamat dari neraka adalah warisan terbaik yang bisa seorang manusia tinggalkan di muka bumi.

Tags: IslampediaKajian islam
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post
Apa yang Bikin Beda dari Sensus Ekonomi 2026?

Apa yang Bikin Beda dari Sensus Ekonomi 2026?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.