BERTUAHPOS.COM — Islam memperingatkan umatnya agar tidak mudah percaya kepada orang yang gemar bersumpah dan berperilaku hina, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Qalam ayat 10. Ayat ini menjadi dasar kajian Islam tentang bahaya mengikuti sosok yang menutupi keburukannya dengan sumpah.
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍ
“Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina.” (QS. Al-Qalam 68: Ayat 10)
Allah menurunkan ayat ini sebagai teguran tegas kepada Nabi Muhammad SAW agar tidak menuruti golongan yang gemar bersumpah untuk menipu. Sumpah yang keluar dari mulut mereka bukan cerminan kejujuran, melainkan alat untuk menutupi tabiat buruk.
Orang yang jujur tidak memerlukan sumpah berlebihan untuk meyakinkan orang lain. Sebaliknya, mereka yang terbiasa berdusta justru mengandalkan sumpah sebagai tameng agar dipercaya.
Fenomena ini bukan hanya soal urusan dagang atau pergaulan biasa. Di era modern, banyak figur publik tampil meyakinkan dengan rangkaian janji dan sumpah, namun rekam jejak akhlaknya berbicara sebaliknya.
Islam tidak melarang bersumpah secara mutlak, tetapi mencela kebiasaan bersumpah yang dilakukan secara berlebihan dan tanpa dasar kebenaran. Sumpah seharusnya menjadi penopang kejujuran, bukan instrumen kebohongan.
Rasulullah SAW mengingatkan bahaya kebiasaan ini, khususnya dalam transaksi muamalah: “Hati-hatilah kalian dari banyak bersumpah dalam jual beli, karena ia memang melariskan dagangan tetapi kemudian menghilangkan keberkahan.” (HR. Sahih Muslim, dari Abu Qatadah Al-Ansari). Hadis ini membuktikan bahwa sumpah yang digunakan demi keuntungan duniawi justru menghapus keberkahan rezeki.
Hilangnya keberkahan adalah kerugian yang sering luput dari perhatian manusia. Harta bisa bertambah, tetapi ketenangan dan kebaikan yang mengikutinya justru perlahan menguap.
Seorang Muslim sejati dikenal bukan dari banyaknya sumpah, melainkan dari konsistensi ucapan dan perbuatannya. Ketika kata-kata selaras dengan tindakan, kepercayaan tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu diikat sumpah apapun.
Kajian ini menjadi cermin bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi cara berkomunikasi dan membangun kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan kejujuran sebagai identitas, bukan sumpah yang hanya mempertebal kecurigaan orang lain.









