BERTUAHPOS.COM — Peran orang tua dalam Islam tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan hidup anak, tetapi juga menjaga keluarga agar tetap berada di jalan iman. Tanggung jawab ini menjadi pondasi utama dalam membangun rumah tangga yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَ هْلِيْكُمْ نَا رًا وَّقُوْدُهَا النَّا سُ وَا لْحِجَا رَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَا ظٌ شِدَا دٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)
Ayat tersebut menegaskan bahwa orang tua memiliki kewajiban besar dalam mendidik keluarga. Islam menempatkan ayah dan ibu sebagai pendidik pertama yang membentuk akhlak serta keimanan anak sejak dini.
Dalam kehidupan modern, banyak keluarga fokus mengejar materi dan melupakan pendidikan agama di rumah. Padahal, keluarga yang dibangun atas dasar iman akan lebih kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Peran orang tua dalam Islam dimulai dari memberi teladan yang baik setiap hari. Anak lebih mudah meniru perilaku dibanding hanya menerima nasihat secara lisan.
Kebiasaan sederhana seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berbicara dengan santun menjadi pendidikan paling efektif di dalam keluarga. Nilai-nilai itu perlahan membentuk karakter anak hingga dewasa.
Islam juga mengajarkan pentingnya disiplin ibadah sejak kecil. Orang tua perlu membimbing anak dengan pendekatan lembut agar mereka memahami agama sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
Selain pendidikan ibadah, akhlak juga menjadi bagian penting dalam pembinaan keluarga. Sikap jujur, amanah, menghormati sesama, dan menjaga adab harus diajarkan sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari.
Mengabaikan pendidikan agama dalam keluarga dapat menjadi bentuk kelalaian besar. Anak yang tumbuh tanpa bimbingan iman lebih mudah terpengaruh lingkungan yang buruk.
Karena itu, dakwah paling utama sebenarnya dimulai dari rumah sendiri. Orang tua memiliki peran besar menjaga keluarganya agar tetap dekat dengan ajaran Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…” (HR. Bukhari no. 7138, Muslim no. 1829)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa setiap orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan keluarganya. Tugas itu tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh sekolah ataupun lingkungan sekitar.
Menjaga keluarga dari api neraka dilakukan melalui pendidikan iman, ibadah, dan akhlak. Upaya itu membutuhkan kesabaran, keteladanan, serta konsistensi dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga yang dekat dengan ajaran agama akan melahirkan generasi yang kuat secara moral dan spiritual. Dari rumah yang penuh iman, lahir anak-anak yang mampu membawa kebaikan bagi masyarakat.***









