• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Pelajaran dari Pemilik Kebun, Mengapa Insya Allah Bukan Sekadar Ucapan?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Juni 2026
KAJIAN ISLAM: Pelajaran dari Pemilik Kebun, Mengapa Insya Allah Bukan Sekadar Ucapan?

Foto: Ilustrasi / Dok. Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Allah SWT menurunkan kisah pemilik kebun dalam Al-Qalam sebagai peringatan keras tentang bahaya kesombongan dalam merencanakan masa depan tanpa menyebut nama-Nya. Kisah ini bukan hanya relevan bagi orang-orang musyrik Mekah di zaman Nabi, tetapi juga menjadi cermin tajam bagi setiap Muslim yang hidup di era modern ini.

Allah berfirman:

اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَاۤ اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ ۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَ وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ

“Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari, tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, Insya Allah).” (QS. Al-Qalam 68: Ayat 17-18)

Para pemilik kebun itu berencana memanen hasil kebun mereka sendiri tanpa menyisihkan hak orang-orang miskin yang selama ini diberikan oleh ayah mereka. Mereka bersumpah dengan penuh keyakinan, seolah-olah hasil panen itu sudah pasti ada di tangan mereka keesokan harinya.

Namun Allah memiliki kehendak yang berbeda. Kebun itu hangus terbakar di malam hari sebelum fajar tiba, dan rencana yang mereka susun rapi luluh lantak dalam sekejap.

Kisah ini mengajarkan dua pelajaran sekaligus: bahwa ucapan “Insya Allah” bukan sekadar kebiasaan lisan, melainkan pengakuan tulus atas kelemahan manusia di hadapan kekuasaan Allah. Seorang mukmin yang benar-benar memahami tawakal tidak akan pernah merasa paling berhak menentukan hasil dari sebuah usaha.

Islam sama sekali tidak melarang seorang Muslim membuat rencana, menetapkan target, bahkan bermimpi besar. Yang dilarang adalah ketika rencana itu disusun dengan kesombongan seolah hasilnya sudah pasti, tanpa sedikitpun menyertakan Allah dalam setiap langkahnya.

Dimensi lain yang tak kalah penting dari kisah ini adalah soal hak orang miskin dalam harta. Ketika para pemilik kebun berencana menahan hak fakir miskin demi kepentingan pribadi, keberkahan pun dicabut bukan hanya dari kebun mereka, tetapi dari seluruh rencana yang mereka bangun.

Penegasan serupa datang dari hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, di mana Rasulullah ﷺ menceritakan kisah Nabi Sulaiman. “Nabi Sulaiman berkata: ‘Malam ini aku akan mendatangi seratus wanita, masing-masing akan melahirkan seorang pejuang di jalan Allah.’ Maka malaikat berkata: ‘Ucapkanlah Insya Allah.’ Namun beliau tidak mengucapkannya… maka tidak ada yang melahirkan kecuali seorang wanita dan melahirkan setengah manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini semakin memperkuat pesan bahwa bahkan seorang nabi pun tidak luput dari konsekuensi meninggalkan ucapan Insya Allah. Betapa lagi manusia biasa yang jauh dari derajat kenabian.

Maka sejatinya, Insya Allah adalah ekspresi iman yang paling jujur, sebuah kalimat yang menempatkan manusia pada posisinya yang sesungguhnya: hanya bisa berusaha, sementara Allah-lah yang memegang seluruh keputusan. Jadikan kalimat itu bukan sekadar tradisi lisan, tetapi keyakinan yang mengakar dalam setiap rencana dan langkah hidup seorang Muslim.

Tags: IslampediaKajian islam
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post
Bagaimana Kondisi Perbankan di Tengah Rupiah Melemah? Ini Penjelasan OJK

Bagaimana Kondisi Perbankan di Tengah Rupiah Melemah? Ini Penjelasan OJK

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.