• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Nikmat Allah yang Tak Terhitung, Mengapa Masih Kita Dustakan?

Oleh: Daru TS

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Mei 2026
KAJIAN ISLAM: Nikmat Allah yang Tak Terhitung, Mengapa Masih Kita Dustakan?
Share on FacebookShare on Twitter

Nikmat Allah mengalir tanpa henti kepada setiap manusia, dari tarikan napas pertama di pagi hari hingga tibanya malam yang membalut tubuh dalam istirahat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surah Ar-Rahman ayat 13:

فَبِاَ يِّ  اٰلَآ ءِ  رَبِّكُمَا  تُكَذِّبٰنِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Ayat tersebut bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan sebuah guncangan kesadaran yang Allah ulang sebanyak 31 kali dalam satu surah. Pengulangan itu bukan kebetulan, melainkan cara Allah menegaskan betapa manusia begitu mudah melupakan apa yang telah diterima.

Udara yang dihirup setiap detik tidak pernah meminta bayaran, begitu pula detak jantung yang bergerak tanpa kita sadari. Kesehatan tubuh, kejernihan pikiran, dan keselamatan dalam perjalanan adalah deretan anugerah yang kerap dianggap biasa karena hadir begitu konsisten.

Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” Peringatan ini relevan di setiap zaman, termasuk hari ini ketika sibuk menjadi alasan untuk lalai bersyukur.

Manusia cenderung baru menyadari nilai sesuatu setelah kehilangan. Kesehatan baru terasa berharga saat tubuh rebah sakit, dan waktu baru terasa singkat saat kesempatan telah berlalu tanpa dimanfaatkan.

Pendustaan nikmat bukan selalu berarti pengingkaran lisan, bisa juga berupa kelalaian hati yang tidak mengakui bahwa semua kebaikan berasal dari Allah. Ketika rezeki datang lalu langsung diklaim sebagai hasil kerja keras semata, di sanalah benih kufur nikmat mulai tumbuh.

Allah tidak berhenti memberi meskipun hamba-Nya kerap berpaling. Inilah wujud nyata dari rahmat-Nya yang melampaui segala logika timbal balik manusia.

Bumi yang terhampar luas, laut yang menyimpan keberlimpahan, dan langit yang menjaga bumi dari benturan benda-benda angkasa adalah bukti nyata kasih sayang Allah yang bekerja di luar kesadaran manusia. Semua itu berjalan tanpa henti sejak alam semesta diciptakan.

Hidayah menjadi nikmat yang paling agung dan sering terlupakan karena tidak bisa diraba maupun dilihat. Seseorang yang diberi petunjuk untuk mengenal Allah dan menjalani hidup sesuai tuntunan-Nya sesungguhnya telah menerima anugerah terbesar yang melampaui harta maupun kedudukan.

Bersyukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah di ujung lidah, tetapi juga menggunakan setiap nikmat sesuai tujuan penciptaannya. Mata yang sehat dipakai untuk membaca ayat-ayat Allah, tangan yang kuat digerakkan untuk membantu sesama—itulah syukur yang sesungguhnya.

Kajian atas Surah Ar-Rahman mengajak setiap Muslim untuk berhenti sejenak dan menghitung apa yang sudah diterima, bukan apa yang belum didapat. Pergeseran sudut pandang dari kekurangan menuju kelimpahan ini adalah kunci ketenangan jiwa yang dicari banyak orang.

Doa yang diajarkan ulama salaf setiap bangun pagi—”Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur”—adalah pengakuan tulus bahwa kembalinya kesadaran setelah tidur pun adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri. Tidak ada satu pun momen dalam hidup yang luput dari anugerah-Nya, dan tidak ada alasan bagi kita untuk terus mendustakan semua itu.

Tags: IslampediaKajian islam
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post
BYD Ti7 Meluncur dengan Teknologi Flash Charging, Jarak Tempuh Capai 755 Km

BYD Ti7 Meluncur dengan Teknologi Flash Charging, Jarak Tempuh Capai 755 Km

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.