• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Makna Tawakal kepada Allah: Kunci Ketenangan Hati dan Kelapangan Rezeki dalam Islam

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
8 April 2026
KAJIAN ISLAM: Makna Tawakal kepada Allah: Kunci Ketenangan Hati dan Kelapangan Rezeki dalam Islam

Foto: Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Daru TS


Allah SWT berfirman: “(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah.” (QS. At-Taghabun 64: Ayat 13).

Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Bertawakkal kepada Allah SWT adalah kunci untuk mendapatkan rizki dan kecukupan. Orang yang bertawakkal kepada Allah SWT akan diberikan kekuatan dan ketenangan hati. Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang bertawakkal kepada-Nya.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka Allah akan memberikan rizki kepadamu seperti rizki burung, yang pergi pagi dengan perut kosong dan pulang sore dengan perut penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penjabaran

Tawakal kepada Allah SWT merupakan salah satu konsep utama dalam ajaran Islam yang sering disebut, tetapi belum sepenuhnya dipahami secara mendalam. Banyak orang mengira tawakal berarti pasrah tanpa usaha, padahal Islam justru mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar maksimal dan penyerahan hasil sepenuhnya kepada Allah. Tawakal adalah sikap hati yang lahir dari keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pengatur kehidupan.

Allah SWT menegaskan dalam QS. At-Taghabun ayat 13: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah.” Ayat ini menempatkan tauhid dan tawakal dalam satu rangkaian makna. Ketika seseorang benar-benar meyakini keesaan Allah, maka konsekuensi logisnya adalah menyerahkan seluruh urusan hidup kepada-Nya dengan penuh kepercayaan.

Tawakal bukanlah sikap menyerah sebelum berusaha. Islam mengajarkan bahwa manusia wajib bekerja, merencanakan, dan berjuang dengan sungguh-sungguh. Setelah usaha dilakukan secara maksimal, barulah seorang mukmin menyerahkan hasilnya kepada Allah. Prinsip ini membuat seorang muslim tetap produktif sekaligus tenang karena tidak terbebani oleh hasil di luar kendalinya.

Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan ekonomi dan persaingan, tawakal menjadi sumber ketahanan mental yang luar biasa. Banyak orang mengalami kecemasan karena merasa harus mengendalikan semua hal. Tawakal mengajarkan bahwa manusia hanya bertugas berusaha, sementara hasil akhir berada dalam ketetapan Allah SWT. Kesadaran ini menghadirkan ketenangan batin yang tidak bisa diperoleh dari materi semata.

Rasulullah ﷺ menjelaskan makna tawakal melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim: “Jika kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka Allah akan memberikan rezeki kepadamu seperti rezeki burung, yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal selalu disertai usaha aktif, sebagaimana burung tetap terbang mencari makan setiap hari.

Orang yang bertawakal memiliki kekuatan spiritual yang stabil. Ia tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan dan tidak menjadi sombong saat memperoleh keberhasilan. Tawakal menjaga hati tetap seimbang karena seorang mukmin memahami bahwa setiap kejadian adalah bagian dari rencana terbaik Allah SWT.

Selain memberikan ketenangan hati, tawakal juga membuka pintu keberkahan rezeki. Rezeki dalam Islam tidak hanya berarti harta, tetapi juga kesehatan, keluarga yang harmonis, waktu yang bermanfaat, dan hati yang damai. Ketika seseorang bertawakal, ia belajar menerima rezeki dengan syukur dan mengelolanya dengan bijak.

Tawakal juga memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah. Saat manusia menyadari keterbatasannya, ia akan lebih sering berdoa, berdzikir, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kedekatan spiritual ini menjadi sumber energi moral yang membantu seseorang menghadapi tantangan hidup dengan lebih sabar dan optimis.

Dalam praktik sehari-hari, tawakal dapat dimulai dari hal sederhana: bekerja dengan jujur, berdoa sebelum mengambil keputusan, serta menerima hasil dengan lapang dada. Sikap ini membentuk pribadi yang tangguh sekaligus rendah hati. Tawakal bukan hanya konsep teologis, tetapi keterampilan spiritual yang harus dilatih setiap hari.

Pada akhirnya, tawakal adalah jalan menuju kehidupan yang seimbang antara usaha dan keimanan. Seorang mukmin yang bertawakal akan merasakan ketenangan dalam hati, kecukupan dalam rezeki, dan keyakinan bahwa setiap langkahnya berada dalam penjagaan Allah SWT. Semoga kita senantiasa mendapatkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, diberikan kesehatan lahir batin, rezeki halal yang penuh keberkahan, serta kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat.***

Tags: IslampediaKajian islamTawakal
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post

Dari Kebun ke Energi: Asian Agri dan Apical Tingkatkan Nilai Sawit

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.