• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KAJIAN ISLAM: Air Rezeki dari Allah, Tapi Jadi Nikmat yang Paling Sering Diabaikan

Oleh: Daru TS

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 Mei 2026
183
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Air adalah anugerah paling mendasar yang Allah titipkan kepada manusia, namun justru menjadi nikmat yang paling jarang disyukuri karena hadir begitu mudah dan murah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 30: “Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”

Pertanyaan dalam ayat tersebut bukan pertanyaan yang menunggu jawaban manusia, melainkan sebuah tantangan yang memperlihatkan ketidakberdayaan makhluk di hadapan kekuasaan Allah. Tidak ada satu pun teknologi atau kekuatan manusia yang mampu memunculkan mata air baru jika Allah telah memutuskan untuk menghilangkannya ke dalam perut bumi.

Air menopang seluruh rantai kehidupan di bumi tanpa terkecuali, dari tubuh manusia yang sebagian besarnya tersusun dari cairan, hingga tumbuhan yang layu tanpa siraman, hingga hewan yang binasa tanpa minuman. Ketika sumber air mengering, bukan hanya dahaga yang terasa, tetapi seluruh sistem kehidupan perlahan runtuh.

Sejarah peradaban membuktikan bahwa kota-kota besar yang pernah berjaya hancur bukan karena kalah perang, tetapi karena sumber airnya habis dan penghuninya terpaksa meninggalkan tempat itu selamanya. Kekeringan adalah salah satu cara Allah memperlihatkan bahwa kemewahan peradaban manusia berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh.

Air adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga dan digunakan dengan penuh tanggung jawab, bukan sumber daya yang bebas dihambur-hamburkan. Sumur yang mengering, sungai yang berhenti mengalir, dan hujan yang tak kunjung datang adalah tanda-tanda yang seharusnya membuat manusia segera mengoreksi sikapnya.

Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang sangat konkret dalam menyikapi nikmat air ini. Beliau pernah menegur sahabatnya, Sa’ad, yang berwudhu dengan air secara berlebihan, lalu bersabda: “Jangan berlebih-lebihan.” Ketika Sa’ad bertanya apakah dalam penggunaan air pun ada batasan, Rasulullah ﷺ menjawab dengan tegas: “Ya, sekalipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa hemat air bukan sekadar anjuran lingkungan hidup modern, melainkan bagian dari adab Islam yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ lebih dari empat belas abad silam. Berlimpahnya air di sekitar seseorang bukan alasan untuk boros, justru sebaliknya menjadi ujian apakah ia bisa mengelola nikmat itu dengan bijak.

Krisis air bersih yang kini melanda berbagai wilayah di seluruh dunia seharusnya menjadi pengingat keras bahwa manusia telah terlalu lama mengabaikan pesan ayat ini. Pencemaran sungai, penebangan hutan yang merusak resapan air, dan eksploitasi air tanah secara berlebihan adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap amanah yang Allah titipkan.

Seorang Muslim yang memahami ayat ini akan memperlakukan setiap tetes air dengan rasa hormat dan kesadaran bahwa itu adalah pemberian langsung dari Rabb-nya. Ia tidak akan membiarkan keran mengalir sia-sia, tidak akan membuang air bersih tanpa keperluan, dan tidak akan merusak sumber-sumber alam yang menjadi jalur rezeki dari langit.

Maka setiap kali air mengalir dari keran, setiap kali hujan membasahi bumi, dan setiap kali tegukan segar melegakan dahaga, jadikanlah itu sebagai momen untuk mengingat bahwa semua itu bisa Allah cabut kapan saja. Syukur yang paling jujur bukan hanya yang terucap di lisan, tetapi yang terwujud dalam cara kita merawat dan menggunakan setiap nikmat yang telah Allah percayakan.

Tags: IslampediaKajian islam
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kekuasaan Allah Tak Terbendung, Manusia Wajib Berlindung kepada-Nya
Islampedia

Kekuasaan Mutlak Allah atas Langit dan Bumi

...

Read moreDetails
​Seni Menjadi Manusia: Antara Mahakarya Rupa dan Kedalaman Jiwa 

Kebangkitan Manusia dari Kubur, Bukti Kekuasaan Allah

Golongan Jin dalam Al-Qur'an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Golongan Jin dalam Al-Qur’an, Ada yang Saleh dan Menyimpang

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Bahaya Meminta Perlindungan kepada Jin dalam Islam

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Adab Berjalan dan Berbicara dalam Islam, Cerminan Akhlak Mulia

Tanda Kebesaran Allah dalam Penciptaan Langit dan Bumi

Next Post

Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Korporasi, Sawit Ilegal Rusak Sempadan Sungai Air Hitam

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.