BERTUAHPOS — Gubernur Riau Abdul Wahid memastikan pembangunan Islamic Center akan dimulai pada tahun 2026. Ini merupakan salah satu janji politiknya saat maju di Pilgub Riau 2024 lalu. Adapun lokasi pembangunan direncanakan di kawasan eks MTQ Pekanbaru sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.
Wahid menegaskan bahwa pembangunan Islamic Center Riau merupakan sebagai salah satu program prioritas di masa kepemimpinannya bersama dengan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto. Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2026.
Rencana pembangunan Islamic Center merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengamalan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Saat ini, persiapan pembangunan tengah dilakukan oleh tim khusus yang telah dibentuk untuk merancang konsep dan pengembangan fisik kawasan tersebut.
Tak hanya itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau juga menaruh perhatian serius pada kesejahteraan guru mengaji dan penghafal Al-Qur’an (tahfidz). Dalam program kerjanya, pemerintah provinsi akan mulai menyalurkan insentif kepada para guru ngaji dan tahfidz melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada tahun 2025.
“Untuk mendukung program gemar baca Al-Qur’an di masyarakat, kita memberikan insentif kepada guru mengaji dan tahfidz melalui BKK desa, yang akan disalurkan ke 1.591 desa di seluruh Riau mulai 2025,” ujar Gubernur Abdul Wahid, Sabtu, 31 Mei 2025.
Sementara itu, dalam upaya percepatan pembangunan daerah, kata Wahid, Pemprov Riau aktif mendorong peningkatan pendapatan dan pengusulan program strategis melalui audiensi langsung dengan berbagai kementerian di Jakarta. Sejak 4 Mei 2025, Gubernur dan Wagub Riau bersama bupati dan wali kota se-Riau telah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri.
Kementerian yang dikunjungi antara lain Bappenas, Kementerian Kehutanan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ESDM dan PLN, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Audiensi juga dilakukan dengan Kementerian Pariwisata, Perindustrian, Kelautan dan Perikanan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kesehatan, BUMN, PUPR, Pemuda dan Olahraga, serta Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.
Melalui pertemuan strategis tersebut, Pemprov Riau berharap dapat memperkuat kolaborasi pusat-daerah serta mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.***









