BERTUAHPOS — Iduladha merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain ibadah kurban yang menjadi ciri khas hari raya ini, terdapat sejumlah amalan sunnah yang sebaiknya tidak dilewatkan untuk menyempurnakan ibadah di hari yang penuh keberkahan tersebut.
Dalam sebuah diskusi dengan Bertuahpos, Ustaz Yusuf Sholeh, Lc., MA., menjelaskan bahwa ada amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilakukan umat Islam pada Hari Raya Iduladha.
“Amalan sunah ini tidak hanya menunjukkan keteladanan kita terhadap Nabi, tapi juga membawa banyak keutamaan baik secara spiritual maupun sosial,” ungkap Ustaz Yusuf, Kamis 05 Juni 2025.
Amalan pertama, kata dia, adalah mengumandangkan takbir sejak malam 10 Zulhijjah hingga pagi sebelum pelaksanaan sholat Id. Takbir bisa dilakukan di rumah, masjid, maupun di jalan menuju tempat sholat.
“Takbir adalah bentuk syiar Islam yang menghidupkan suasana Idul Adha,” jelasnya.
Sunah kedua adalah mandi besar sebelum berangkat ke tempat sholat. Hal ini sebagai bentuk penyucian diri dan penghormatan terhadap hari raya. Disusul dengan mengenakan pakaian terbaik, bersih, rapi, dan sopan.
“Tidak harus baru, tapi menunjukkan kesungguhan dalam menyambut hari besar,” tambahnya.
Amalan ketiga, memakai wewangian, khususnya bagi kaum laki-laki. Ini dilakukan untuk menambah kenyamanan saat berada di tengah jamaah.
“Namun bagi perempuan, dianjurkan tidak memakai wewangian menyengat jika hendak keluar rumah,” ujarnya.
Sebelum shalat Iduladha, (keempat)umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa singkat dengan tidak makan atau minum terlebih dahulu. Ini berbeda dengan Idul Fitri.
“Hal ini sebagai bentuk penundaan nikmat, karena inti Idul Adha adalah kurban, bukan konsumsi,” jelas Ustaz Yusuf.
Kemudian, kelima, disunnahkan untuk berangkat lebih awal ke tempat pelaksanaan sholat. Datang lebih awal memberikan kesempatan untuk memperbanyak dzikir dan mendapatkan saf terbaik.
Amalan keenam adalah berjalan kaki menuju tempat sholat, jika memungkinkan.
“Rasulullah SAW mencontohkan berjalan kaki ke tempat sholat Id sebagai bentuk kerendahan hati dan bagian dari sunnah,” kata Ustaz Yusuf.
Setelah shalat Id, subah ketujuh, pulang melalui jalan yang berbeda dari jalan pergi. Selain sebagai bentuk keteladanan Nabi, ini juga menjadi momen untuk menyapa lebih banyak orang dan menyebarkan salam.
Terakhir, kedelapan, Iduladha sebaiknya dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi. “Berkunjung ke keluarga, tetangga, dan berbagi kebahagiaan, terutama dengan kaum dhuafa adalah wujud nyata dari semangat Idul Adha,” tutupnya.
Dengan menjalankan amalan-amalan sunah ini, umat Islam tidak hanya memperindah ibadah, tetapi juga menguatkan hubungan sosial serta memaknai Idul Adha dengan lebih dalam.***









