BERTUAHPOS — Sedikitnya 11 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada 21 Januari 2026, termasuk tiga jurnalis dan dua anak laki-laki berusia 13 tahun. Insiden terbaru ini kembali mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Pejabat kesehatan Palestina menyatakan, serangan udara Israel menghantam sebuah mobil di wilayah Netzarim, Gaza tengah, yang menewaskan tiga jurnalis Palestina. “Ketiganya disebut sedang dalam perjalanan untuk mendokumentasikan kamp pengungsi baru di kawasan tersebut,” katanya seperti dilansir Bertuahpos dari The Guardian, Kamis, 22 Januari 2026.
Serikat Jurnalis Palestina menegaskan para wartawan yang tewas tengah menjalankan tugas kemanusiaan dan jurnalistik. “Mereka merekam dan mendokumentasikan penderitaan warga sipil,” tulis organisasi tersebut dalam pernyataannya.
Tiga jurnalis yang menjadi korban diidentifikasi sebagai Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim. Shaat diketahui sebagai kontributor foto dan video untuk Agence France-Presse (AFP), meski pihak AFP menyatakan ia tidak sedang bertugas resmi saat serangan terjadi.
Jurnalis lokal menyebutkan aktivitas mereka disponsori oleh Komite Bantuan Mesir, yang mengoordinasikan operasi bantuan Mesir di Gaza. Juru bicara komite tersebut, Mohammed Mansour, mengatakan kendaraan yang digunakan para jurnalis telah dikenali oleh militer Israel.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan hangus terbakar di pinggir jalan, dengan asap masih mengepul dari puing-puing. Dua jenazah jurnalis dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, sementara satu korban lainnya dipindahkan ke Rumah Sakit al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah.
Pada hari yang sama, dua anak laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan tewas dalam insiden terpisah di wilayah Gaza. Dalam satu serangan, seorang anak laki-laki, ayahnya, dan seorang pria berusia 22 tahun menjadi korban serangan drone Israel di tepi timur kamp pengungsi Bureij, menurut pejabat Rumah Sakit al-Aqsa Martyrs.
Dalam insiden lain, seorang bocah bernama Moatsem al-Sharafy tewas ditembak saat mengumpulkan kayu bakar di Bani Suheila, Gaza timur. Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi kematian tersebut. Video yang beredar daring memperlihatkan ayah korban menangis di samping jenazah anaknya di ruang perawatan.
Ibu korban, Safaa al-Sharafy, mengatakan kepada Associated Press bahwa putranya pergi mencari kayu bakar untuk memasak. “Dia pergi pagi-pagi sekali dalam keadaan lapar. Dia bilang akan segera kembali,” ujarnya.
Militer Israel menyatakan serangan di Gaza tengah dilakukan setelah pasukannya mengidentifikasi sejumlah tersangka yang mengoperasikan pesawat tak berawak dan disebut berafiliasi dengan Hamas.
“Setelah identifikasi dan karena ancaman yang ditimbulkan oleh drone tersebut terhadap pasukan, militer segera menyerang para tersangka,” demikian pernyataan militer Israel, seraya menambahkan bahwa insiden itu masih dalam penyelidikan.
Organisasi pemantau media Reporters Without Borders (RSF) mencatat, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 29 jurnalis Palestina di Gaza sepanjang Desember 2024 hingga Desember 2025. Sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, hampir 220 jurnalis dilaporkan tewas, menurut RSF, sementara sejumlah kelompok lain memperkirakan jumlah korban lebih tinggi.
Otoritas kesehatan Palestina menyebutkan, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober, setidaknya 466 warga Palestina telah tewas akibat aksi militer Israel di Jalur Gaza.***









