BERTUAHPOS — Layanan kereta komuter di wilayah Catalonia, timur laut Spanyol, dihentikan sementara pada Rabu, 21 Januari 2026, menyusul kecelakaan kereta komuter Barcelona pada malam sebelumnya yang menewaskan satu orang dan melukai 37 penumpang, menurut keterangan otoritas setempat.
Kecelakaan terjadi ketika kereta komuter menabrak tembok penahan yang runtuh ke jalur rel di dekat Gelida, sekitar 37 kilometer di luar Barcelona. Pejabat menyebut sebagian besar korban luka berada di gerbong pertama kereta.
Korban meninggal dunia diketahui merupakan kondektur yang sedang menjalani pelatihan, kata otoritas regional, sebagaimana dilansir dari The Japan News, Kamis, 22 Januari 2026.
Penghentian layanan pada Rabu pagi memicu kemacetan lalu lintas signifikan di jalur menuju Barcelona. Pemerintah regional Catalonia mengimbau warga untuk mengurangi perjalanan yang tidak mendesak dan meminta perusahaan mengizinkan kerja jarak jauh hingga layanan kembali normal.
“Jika infrastruktur sudah bermasalah dan ada keluhan, seharusnya perbaikan dilakukan lebih awal,” kata Dolores Sogas, warga di salah satu kota terdampak, yang menyebut ratusan penumpang terlantar akibat gangguan layanan.
Operator infrastruktur kereta Spanyol, Adif, menyatakan curah hujan lebat yang melanda wilayah timur laut Spanyol dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab runtuhnya tembok penahan.
Insiden di Catalonia terjadi dua hari setelah kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol selatan, yang kini tercatat sebagai tragedi kereta terburuk sejak 2013. Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tersebut meningkat menjadi 43 orang.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa melalui platform X. “Seluruh kasih sayang dan solidaritas saya untuk para korban dan keluarga mereka,” tulisnya.
Menurut Adif, kecelakaan pada Minggu malam terjadi ketika bagian belakang kereta yang membawa 289 penumpang dari Malaga menuju Madrid tergelincir dan menabrak kereta dari arah berlawanan yang berangkat dari Madrid menuju Huelva. Tabrakan terjadi di dekat Adamuz, sekitar 370 kilometer dari Madrid.
Bagian depan kereta kedua, yang membawa 184 penumpang, menerima dampak paling parah. Dua gerbong terlempar keluar rel dan jatuh ke lereng sedalam empat meter. Presiden wilayah Andalusia, Juanma Moreno, menyebut jenazah ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi kecelakaan.
Hingga Rabu, otoritas menyatakan 37 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara 86 korban luka telah dipulangkan. Proses identifikasi korban hampir rampung, namun pencarian di lokasi masih berlanjut.
Salah satu korban luka, Santiago Tavares, wisatawan asal Portugal yang mengalami patah kaki, mengaku merasakan guncangan hebat sebelum kecelakaan. “Beberapa menit sebelumnya saya merasa ada yang tidak beres. Tak lama kemudian, kecelakaan terjadi,” ujarnya kepada stasiun TV Portugal, TVI.***









