• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dugaan Kerja Paksa, AS Tahan Produk Sawit 2 Perusahaan Indonesia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Oktober 2026
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Kelapa sawit | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly

120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Otoritas Bea dan Cukai Amerika Serikat, Customs and Border Protection (CBP), menerbitkan 2 perintah penahanan atau Withhold Release Order (WRO) terhadap minyak sawit dan produk turunannya dari dua perusahaan Indonesia, Mitra Aneka Rezeki (MAR) dan Hardaya Inti Plantation (HIP).

Kebijakan yang berlaku efektif sejak 29 September 2026 ini didasarkan pada temuan CBP bahwa kedua perusahaan diduga menggunakan tenaga kerja paksa dalam proses produksi.

Dengan terbitnya WRO ini, seluruh petugas CBP di pelabuhan masuk Amerika Serikat akan menahan minyak sawit dan produk turunannya yang diproduksi MAR dan HIP di Indonesia. Penahanan tersebut merujuk pada pelanggaran Pasal 19 U.S.C. § 1307, undang-undang yang melarang masuknya barang hasil kerja paksa ke wilayah AS.

Dalam pernyataan resminya, Executive Assistant Commissioner CBP Office of Trade, Susan S. Thomas, menegaskan sikap tegas lembaganya terhadap praktik eksploitasi pekerja.

“Exploiting workers is inhumane and damaging to our economic and national security,” kata Thomas, seraya menambahkan bahwa para pekerja tidak hanya menderita akibat kondisi kerja dan upah yang tidak layak, tetapi barang yang mereka produksi secara paksa juga berisiko membahayakan bisnis dan konsumen Amerika.

CBP menyebut kedua WRO merupakan hasil peninjauan yang menemukan bahwa MAR dan HIP menggunakan tenaga kerja paksa dalam memproduksi minyak sawit dan produk turunannya di Indonesia. 

Dalam proses peninjauan tersebut, CBP menganalisis sejumlah bukti pendukung, termasuk transkrip wawancara, slip gaji, data kuota panen, foto, laporan organisasi nonpemerintah dan lembaga pemerintah lain yang bersumber terbuka, pemberitaan media, serta riset akademik.

Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, CBP menyimpulkan pekerja di MAR mengalami sembilan dari sebelas indikator kerja paksa menurut Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO). Sementara itu, pekerja di HIP ditemukan mengalami tujuh dari sebelas indikator yang sama.

Importir yang pengirimannya ditahan diberi kesempatan untuk memusnahkan atau mengekspor kembali barang tersebut, atau membuktikan bahwa barang yang bersangkutan tidak diproduksi menggunakan kerja paksa. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari kedua perusahaan terkait kebijakan penahanan tersebut.

Kebijakan ini menambah daftar tekanan yang dihadapi industri sawit Indonesia di pasar ekspor Amerika Serikat, di tengah berbagai isu lingkungan dan ketenagakerjaan yang kerap disorot oleh otoritas perdagangan negara tujuan ekspor.

Tags: CBPekspor sawitforced laborHardaya Inti PlantationILOkerja paksaMitra Aneka RezekiSusan S. ThomasWRO sawit Indonesia
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Petani sawit di Kota Dumai, Riau, sedang melansir TBS untuk dijual ke perusahaan | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.
Berita Pilihan

Ekspor Sawit Satu Pintu Mulai 2027, Industri Sawit Berpotensi Hadapi Tekanan Berlapis

...

Read moreDetails
Harga CPO Menguat, Cek Selengkapnya di Sini. Minyak Sawit Indonesia Tetap Primadona di Tengah Setralisasi Ekspor

Harga CPO Bursa Malaysia Turun, Kontrak Oktober Anjlok RM63 per Ton

Harga CPO Ditutup Variatif, Volatilitas Energi Bikin Pelaku Pasar Cenderung Berhati-hati

Kontrak CPO Berpeluang Bullish, Harga Diperkirakan Capai RM5.000

ekspor riau november, capaian pendapatan bea cukai riau

Capaian Pendapatan Bea Cukai Riau Sangat Jauh Lampaui Target

Catatan Sejarah 11 April: untuk Kesejahteraan Buruh, ILO Didirikan

Poenale Sanctie, Peraturan Kejam Belanda ke Buruh Indonesia

Next Post

Perluas Investasi ke Luar Negeri, Danantara Dirikan Anak Usaha di Hong Kong

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.