BERTUAHPOS — Presiden dan CEO Prudential Life Insurance Co. Jepang, Kan Mabara, menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kasus penipuan yang melibatkan lebih dari 100 karyawan dan mantan karyawan. Kasus ini telah menyebabkan kerugian klien mencapai sekitar ¥3,1 miliar atau setara Rp300 miliar.
Permintaan maaf itu disampaikan Mabara dalam konferensi pers di Tokyo, pada 23 Januari, sebagaimana dilansir Bertuahpos dari The Japan News, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia sadar, kasus ini telah menimbulkan kegaduhan besar bagi para nasabah. “Saya meminta maaf dari lubuk hati yang terdalam karena telah menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan yang besar,” ujarnya.
Menurut penilaian Mabara, skandal penipuan di perusahaan asuransi (Prudential Life) ini tidak lepas dari budaya perusahaan dan sistem penggajian yang memberi imbalan tinggi kepada tenaga penjualan dengan perolehan kontrak besar.
Ia mengatakan Prudential Life akan membentuk panel ahli eksternal untuk menilai kerugian dan menentukan kompensasi bagi para korban.
Konferensi pers tersebut menjadi yang pertama sejak Prudential Life merilis pernyataan resmi pada 16 Januari, yang mengungkap adanya penyimpangan internal. Dalam pernyataan itu juga diumumkan bahwa Kan Mabara akan mengundurkan diri pada 1 Februari.
Pihak perusahaan berkomitmen menjadikan perlindungan korban sebagai prioritas utama. Prudential Life berjanji akan mengganti kerugian secara penuh untuk kasus-kasus yang diakui oleh panel ahli independen.
Selain itu, perusahaan akan melakukan perombakan menyeluruh terhadap model bisnis, termasuk sistem penggajian dan pengawasan karyawan. Prudential Life juga berencana memperketat manajemen tenaga penjualan dengan mewajibkan laporan aktivitas secara rutin.
Presiden terpilih Prudential Life, Hiromitsu Tokumaru, menegaskan perusahaan akan melakukan pembenahan budaya kerja untuk mencegah terulangnya penyimpangan serupa. “Kami akan mengatasi tantangan ini dan memastikan pelanggaran keuangan tidak terjadi lagi,” katanya.
Hasil investigasi internal yang diluncurkan pada Agustus 2024 menemukan bahwa praktik penerimaan uang secara curang terjadi dalam rentang waktu panjang, yakni sejak 1991 hingga 2025.
Sebanyak 107 tenaga penjualan dan mantan karyawan diketahui menerima uang dari klien dengan modus menawarkan produk fiktif, produk yang tidak disetujui di Jepang, investasi aset kripto, atau tidak mengembalikan pinjaman. Sejumlah mantan karyawan bahkan telah ditangkap atas dugaan penipuan.
Hingga saat ini, Prudential Life telah membayar sekitar ¥60 juta sebagai ganti rugi kepada delapan pelanggan dalam kasus yang melibatkan tiga mantan karyawan. Namun perusahaan mengakui masih terdapat sekitar ¥2,3 miliar dana klien yang belum dikembalikan dan proses pengembalian masih terus berjalan.***
Prudential Life









