BERTUAHPOS.COM — Amerika Serikat mungkin akan melepas ketergantungannya terhadap negara-negara lain, setelah survei Geologi USGS merilis studi terbaru yang mengungkap temuan cadangan lithium dalam jumlah masif.
“Emas putih” itu dikabarkan tersimpan di bawah Pegunungan Appalachian pada kedalaman 100 hingga 300 meter. Mineral ini diperkirakan berjumlah sekitar 2,3 juta ton dan cukup untuk menutupi kebutuhan impor lithium AS selama 328 tahun (berdasarkan tingkat konsumsi tahun lalu).
Hal ini disampaikan oleh Direktur USGS Ned Mamula, yang menyebut bahwa penemuan cadangan lithium di Appalachia membawa signifikansi strategis besar bagi keamanan mineral Amerika Serikat.
“Penelitian menunjukkan bahwa Appalachia memiliki cukup lithium untuk memenuhi kebutuhan nasional yang terus meningkat, terutama dalam konteks peningkatan permintaan global yang pesat,” ujarnya, dilansir dari Vietnam.vn, Senin, 1 Juni 2026.
Mamula juga mengingatkan bahwa AS pernah menjadi produsen lithium terkemuka di dunia tiga dekade lalu, dan temuan baru ini membuka peluang untuk merebut kembali posisi tersebut.
Lithium menjadi mineral yang tak tergantikan dalam produksi baterai lithium-ion (komponen inti kendaraan listrik, elektronik, dan sistem penyimpanan energi modern).
Cadangan lithium di kawasan Appalachia tersebar di dua wilayah utama dengan potensi yang sangat besar.
Wilayah selatan, terutama Carolina Utara dan Carolina Selatan, diperkirakan menyimpan sekitar 1,43 juta ton, sementara Appalachia utara yang mencakup Maine, New Hampshire, dan Vermont memiliki sekitar 900.000 ton.
Secara total, jumlah lithium ini cukup untuk memproduksi baterai bagi sekitar 130 juta kendaraan listrik. Angka yang setara dengan pemenuhan kebutuhan produksi laptop selama ribuan tahun ke depan.
Temuan ini menjadi semakin strategis mengingat kondisi geopolitik rantai pasokan lithium global saat ini.
Australia kini menjadi produsen lithium terbesar di dunia, sementara China berada di peringkat kedua namun menguasai sekitar 60 persen kapasitas pemurnian lithium global.
USGS memproyeksikan kapasitas produksi lithium global dapat berlipat ganda dalam tiga tahun ke depan seiring meningkatnya investasi di sektor ini.









