BERTUAHPOS.COM — Proses pemulangan jemaah haji Riau dari Tanah Suci akan segera dimulai. Kloter BTH 03 menjadi kloter pertama yang dijadwalkan bertolak dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada 4 Juni 2026 nanti.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, Senin, 1 Juni 2026. “Kami meminta seluruh jemaah memperhatikan ketentuan barang bawaan agar proses kepulangan berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.
Jemaah tidak diperbolehkan memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar jemaah memeriksa kembali isi koper dan barang bawaan, sebelum meninggalkan Arab Saudi.
“Jangan sampai ada barang terlarang di dalam koper karena bisa menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi membuat barang tertahan petugas,” kata Defizon.
Salah satu larangan yang paling ditekankan adalah membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin. Sesuai ketentuan otoritas bandara Arab Saudi, air zamzam tidak diperbolehkan berada dalam bawaan penumpang.
Defizon menjelaskan seluruh koper jemaah akan diperiksa ketat menggunakan mesin pemindai X-Ray berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi barang terlarang, termasuk air zamzam. Jika ditemukan, koper akan dibongkar dan ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Akibatnya, koper bisa tidak ikut diterbangkan bersama pemiliknya ke Indonesia,” jelas Defizon. Keberadaan zamzam di dalam koper juga berpotensi memperlambat proses distribusi bagasi di bandara.
Jemaah tidak perlu khawatir soal zamzam karena pemerintah telah mengatur distribusinya secara resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Dengan begitu, jemaah tidak perlu membawa sendiri air zamzam dari Arab Saudi.









