Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak

Jumat, 21 Juni 2013 10:27
BERTUAHPOS, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan kerap dianggap sebagai sosok yang sejak kecil hidup penuh kemudahan dan enak seperti kebanyakan orang kaya pada umumnya.
 
Ia membantah soal anggapan tersebut, menurut Gita masa kecilnya juga diwarnai hidup susah, termasuk harus bekerja di level paling bawah.
 
Pemilik Ancora Grup ini bercerita soal kehidupannya masa kecilnya bersekolah di India dan Amerika Serikat, penuh keterbatasan.
 
“Banyak yang berpikir saya sudah mulai dengan hidup enak. Padahal orang tua saya di Bangladesh.
 
Saya pindah ke India waktu 1 SMA. Nah saya dapat beasiswa. Untuk memenuhi biaya hidup saya, saya harus bekerja.
 
Saya jadi bellboy di tempat tenis dan mencuci piring dan hidup saya jalani cukup dan sangat biasa-biasa saja,” kata Gita di depan para mahasiswa dalam acara National Lecturer Series 2013 di Auditorium Plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (19/6/2013)
 
Beranjak kuliah, Gita mengaku sempat ingin melanjutkan studinya di Indonesia. Mengikuti jejak saudaranya yang telah lebih dahulu di Tanah Air. Namun, karena desakan orang tua, akhirnya pindah ke Amerika Serikat.
 
“Lepas dari SMA saya ingin kuliah di Indonesia, tapi orang tua saya ingin saya kuliah d luar negeri. Akhirnya saya lanjut ke AS. Saya dapat jurusan musik, dimana setengahnya beasiswa,” tutur Gita.
 
Ia menuturkan pada era 1980-an biaya sekolah selama satu tahun di AS sebesar US$ 15.000-20.000, sedangkan bekal yang dibawanya hanya uang tunai US$ 4.000.
 
Akhirnya Gita memutuskan untuk bekerja, mulai dari pembersih tinja hingga main piano di klub malam.
 
“Saya diberikan bapak saya itu US$ 4.000. Sisanya saya bayar dari beasisawa dan bekerja, mulai dari apapun di bawah langit saya kerjakan, membersihkan tinja, mencucui piring, main piano di night club,” ungkap Gita bercerita.
 
Dari pengalaman itu, ia memetik pelajaran sederhana dalam hidup yaitu bekerja sepenuh hati. Hal inilah yang menjadi dasar yang membuatnya jadi pengusaha sukses.
 
“Itu sangat memberikan nilai hidup yang beda untuk saya menghadapi apapun. Jadi kalau saya ngepel, saya ngepel sebaik mungkin.
 
Kalau nyapu bahkan main piano itu selalu saya lakukan sebaik mungkin. Intinya pendidikan apapun, itu bukan di sekolah tapi dirumah tangga, itu yang orang tua saya ajarkan,” kata Gita. (detik.com)