• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Thailand Temukan Zat Berbahaya Residu pada Anggur Shine Muscat

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 Oktober 2024
Thailand Temukan Zat Berbahaya Residu pada Anggur Shine Muscat

Anggur Shine Muscat Foto: Pixabay

114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) memberikan peringatan setelah hasil uji laboratorium menemukan adanya residu bahan kimia berbahaya yang melebihi ambang batas pada anggur jenis shine muscat.

Pengujian sampel ini dilakukan oleh Thai-PAN, Dewan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA).

TCC mengumpulkan 24 sampel anggur populer dari berbagai sumber pada 2-3 Oktober, termasuk dua sampel dari toko daring, tujuh dari toko buah dan pasar segar, serta 15 dari supermarket.

“Hanya sembilan sampel yang diketahui merupakan barang impor dari China, sementara 15 lainnya tidak dapat diidentifikasi asal negaranya,” kata Prokchon Usap, Koordinator Thai-PAN kepada media lokal di Thailand.

Hasilnya, sebanyak 23 dari 24 sampel anggur tersebut mengandung residu pestisida melebihi batas yang diizinkan. Bahkan, satu sampel terdeteksi mengandung klorpirifos, insektisida yang telah dilarang di Thailand.

Sebanyak 22 sampel lainnya mengandung 14 jenis bahan kimia berbahaya dengan residu di atas batas aman 0,01 mg/kg, serta 50 jenis residu pestisida lainnya.

Dari jumlah itu, 22 jenis pestisida belum diatur dalam perundang-undangan Thailand, seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil.

“Pestisida ini masih menempel di jaringan tanaman anggur, dan menghilangkannya sangat sulit,” lanjut Prokchon.

Thai-PAN dan TCC mendesak Kementerian Kesehatan Thailand untuk mengambil tindakan tegas, termasuk mewajibkan label negara asal pada anggur Shine Muscat yang diimpor.

Direktur Divisi Pemeriksaan Obat dan Makanan FDA, Dr. Wattanasak Sornrung, menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya telah memeriksa 264 ton anggur Shine Muscat impor senilai 72 juta baht.

Hanya empat sampel yang ditemukan mengandung residu pestisida di atas standar keamanan, dan pihak FDA telah menindaklanjuti secara hukum terhadap importir yang melanggar.

“FDA akan memperketat pemeriksaan terhadap buah dan sayuran impor, dengan mempercepat proses pengujian agar hasil dapat diterbitkan dalam waktu 24 jam,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga melakukan pemeriksaan mendalam terkait temuan residu pestisida pada anggur ini.

Berdasarkan laporan, Program Kualitas dan Keamanan Pangan Malaysia menganalisis 234 sampel anggur.

Dari jumlah tersebut, empat sampel terdeteksi melebihi batas residu maksimum (BMR), namun ini hanya berlaku pada anggur jenis muscat, demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Malaysia yang dikutip oleh The Star.

Temuan ini mendorong perhatian lebih pada pengawasan pangan impor di berbagai negara untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.***

Tags: anggurpertanian
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih, Daerah Ini Tetap Juaranya

Next Post
5 Daerah di Riau Dilanda Karhutla, 7 Helikopter Dikerahkan

5 Daerah di Riau Dilanda Karhutla, 7 Helikopter Dikerahkan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.